Volume Azan Tuai Polemik, Aktor Evan Marvino Sebut Akhir Zaman: Alasan Gue Pindah dari Rumah Lama karena Suara Azan ….

SAHABATSHOLEH – Aktor Evan Marvino ikut beri tanggapan soal hebohnya pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal pengeras suara masjid termasuk azan dan gonggongan anjing.

Belakangan, Menag Yaqut mengeluarkan pernyataan yang kontroversi soal Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala yang viral di media sosial.

“Rumah ibadah saudara-saudara kita non muslim itu bunyikan toa sehari lima kali, dengan kenceng-kenceng secara bersamaan, itu rasanya bagaimana,” kata Menag Yaqut dilansir Hops.ID dari Twitter @pelatihbart pada Jumat, 25 Februari 2022.

“Yang paling sederhana lagi tetangga kita kalau kita hidup di dalam kompleks misalnya kiri, kanan depan, belakang, pelihara anjing semua misalnya mengonggong dalam waktu bersamaan kita ini terganggu tidak? Artinya apa suara-suara ini apapun itu suara itu ini harus kita atur supaya tidak menjadi gangguan,” sambungnya.

Menag Yaqut kemudian dinilai membandingkan pengeras suara dengan gonggongan anjing dalam pernyataannya dan heboh dibicarakan jagat maya.

Salah satunya Evan Marvino yang ikut mengkritisi pernyataan Menag Yaqut. Seperti apa? Simak ulasan berikut.

Evan Marvino tanggapi Menag Yaqut soal toa dan gonggongan anjing
Di Instagram Stories, Evan Marvino mengunggah kembali postingan @lambe_turah yang menyertakan berita berjudul Menag Yaqut Terkait Aturan Toa Masjid Bandingkan Dengan Gonggongan Anjing.

Menanggapi pernyataan Menag Yaqut, aktor pemeran Atta dalam sinetron Putri Untuk Pangeran tersebut menilai bahwa saat ini kehidupan sudah berada di akhir zaman.

“Sadarlah, kita sedang hidup di akhir zaman,” tulis Evan Marvino.

Lebih lanjut, Evan mengatakan bahwa azan menjadi salah satu alasan mengapa dirinya dan sang istri, Uffri Datun Nitami pindah rumah.

Saat masih tinggal di rumah lama, Evan Marvino mengaku tak pernah mendengar suara azan sebagai tanda dimulainya waktu salat.

“Salah satu alasan gue pindah dari rumah gue yang lama karena suara azan sama sekali enggak kedengeran ke rumah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Evan Marvino dan istri memutuskan untuk pindah ke rumah yang dekat dengan masjid dan pesantren.

“Dan sekarang Alhamdulillah gue ambil rumah sebrang-sebarangan dengan masjid dan pesantren,” tutur Evan Marvino.

Penjelasan soal pernyataan Menag Yaqut

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama (Kemenag), Thobib Al Asyhar memberikan klarifikasi bahwa tidak tepat jika Menag Yaqut dinilai membandingkan azan dan suara anjing.

“Menag sama sekali tidak membandingkan suara azan dengan suara anjing, tapi Menag sedang mencontohkan tentang pentingnya pengaturan kebisingan pengeras suara,” tegas Thobib.

Soal SE Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala dalam kunjungan kerjanya di Pekanbaru, Menag Yaqut menjelaskan dalam hidup di masyarakat yang plural diperlukan toleransi.

Oleh karena itu, diperlukan pedoman bersama agar keharmonisan antar masyarakat tetap terjaga dengan baik, termasuk tentang pengaturan kebisingan pengeras suara apa pun yang bisa membuat tidak nyaman.

“Dalam penjelasan itu, Gus Menteri memberi contoh sederhana, tidak dalam konteks membandingkan satu dengan lainnya, makanya beliau menyebut kata misal. Yang dimaksud Gus Yaqut adalah misalkan umat muslim tinggal sebagai minoritas di kawasan tertentu, di mana masyarakatnya banyak memelihara anjing, pasti akan terganggu jika tidak ada toleransi dari tetangga yang memelihara,”.

Tags: #evan marvino agama #gongongan anjing #menag bandingkan suara azan dengan suara anjing