Pria Keturunan Tionghoa Ini Mantap Masuk Islam Setelah Baca Ayat tentang Hujan

Hidayah menjadi mualaf bisa dialami siapa saja dan kapan saja. Itu semua atas kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala. Inilah yang dialami Koh Asen, warga asli Tionghoa, yang terlahir dari keluarga taat beragama.

Dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Rabu (2/2/2022), saat masih duduk di bangku SD, Koh Asen kerap merasa tersentuh dengan ajaran agama Islam. Namun, dia belum tertarik menjadi mualaf.
Bahkan saat SMP, Koh Asen justru ikut agama sang kakak. Tidak jarang dia juga ikut teman-temannya beribadah di rumah ibadah. Koh Asen mengaku belum menetapkan pilihannya kala itu.

“Dari agama Konghucu udah, Buddha udah, Kristen udah, agama Gohonzon, Gohonzon itu agama Buddha Jepang itu masuk juga, agama Pentakosta juga masuk ikut,” ujar Koh Asen.

Ia tidak pernah terpikirkan akan menjadi seorang Muslim. Pasalnya, Islam tidak ada suatu hal seperti patung yang bisa disembah. Namun, pandangannya berubah ketika mengalami sebuah kejadian tidak terduga.

Diceritakan, Koh Asen berniat membeli buku teka-teki silang di sebuah toko. Di sampingnya, dia melihat buku tentang alam gaib. Merasa penasaran, Koh Asen pun coba mengintip isi bukunya.

Dia melihat ada sebuah ayat Alquran yang dalam terjemahannya. Ayat tersebut bisa menurunkan hujan jika ditulis di batu hitam dan diletakkan di bawah pohon kering. Kebetulan, Koh Asen memang berharap hujan bisa turun di musim kemarau saat itu. Pasalnya, tubuhnya merasa panas dan begitu gerah. Kendati demikian, Koh Asen tetap tidak percaya dengan ayat tersebut.

“Di situ ada tulisan ayat sedikit yang enggak saya ngerti. Saya baca tuh di situ, bawahnya ada terjemahannya, ‘Barang siapa yang tulis ayat ini di batu hitam dan ditaruh di bawah pohon kering, maka akan turun hujan.’ Saya bilang saya enggak percaya, ah enggak mungkin,” tuturnya.

Baca Juga :   Wanita Denmark Ini Masuk Islam Setelah Lihat Teman Muslim Tidak Pernah Menjelekkan Agama Lain

Merasa tidak masuk akal, Koh Asen lantas menghiraukannya. Menurutnya, itu hanya akal-akalan sang penulis agar bukunya terjual habis. Dia pun pulang dan membawa buku TTS yang baru dibeli dari toko tersebut. Namun entah bagaimana, buku tentang alam gaib itu tiba-tiba berada di tangannya.

“Itu buku alam gaib kok bisa ada di tangan saya, ngikut. Saya enggak berasa pengin beli. Lho kok bisa ada. Udah, saya lempar aja ke belakang,” kata Koh Asen.

Dua minggu setelah melempar buku itu, Koh Asen merasa badannya makin panas. Dia benar-benar tidak kuat dan berharap hujan bisa segera turun. Sepintas, dia teringat buku alam gaib itu. Alhasil, Koh Asen mengambilnya dan mencoba cara tersebut.

“Saya coba dah. Kalau bener-bener bisa itu nurunin hujan, saya masuk Islam,” ucap Koh Asen.

Setelah mengikuti arahan buku tersebut, angin langsung berembus begitu kencang. Koh Asen merasa terkejut sekaligus senang lantaran angin itu membuat udara terasa sejuk. Tubuhnya pun tak lagi kepanasan.

“Angin dulu kenceng itu luar biasa. Hah, kaget loh. Satu jam itu kenceng, saya berasa adem,” kata Koh Asen.
Rupanya angin kencang itu mendatangkan awan-awan hitam, hingga satu jam kemudian, hujan turun begitu deras. Meski demikian, Koh Asen merasa kejadian itu hanya kebetulan saja. Dia pun masuk ke dalam rumah dan kembali menghiraukan buku tersebut.

“Saya masuk ke dalem, tapi saya pikir itu kebetulan,” ujar Koh Asen.

Semenjak melakukan arahan buku itu, tiga hari berturut-turut, hujan selalu turun begitu deras. Padahal kala itu masih dalam musim kemarau. Merasa penasaran karena hari keempat tak turun hujan, Koh Asen menduga tulisan Arab itu telah hilang. Benar saja, tulisan ayat itu memang pudar terkena hujan.

Baca Juga :   Penvsvk Imam Masjid Ini Putuskan Mualaf dan Memilih Dipenjara, Alasannya Bikin Meleleh

“Saya bilang ini tulisannya mungkin udah hilang. Begitu saya lihat, eh iya bener udah buyar. Udahlah saya udah enggak ini (mikirin), saya udah enggak kepanasan,” ucap Koh Asen.

Dua minggu kemudian, Koh Asen kembali mencoba cara tersebut. Jika hujan kembali turun, dia benar-benar mantap masuk Islam. Anehnya, kejadian lama terulang kembali. Ya, hujan kembali turun dengan begitu deras, sesuai keinginan Koh Asen.

Lagi dan lagi Koh Asen menganggap hal itu kebetulan. Dia tak percaya bahwa hujan itu turun karena ayat Alquran. Akhirnya, dia kembali mencobanya hingga empat kali.

Nah, di hari keempat ini Koh Asen mendapat bisikkan gaib, “Kamu apa belum yakin terhadap Islam ini?” Koh Asen sontak menjawab bahwa dia benar-benar sudah yakin untuk masuk Islam, bahkan dia sudah membeli buku Juz Amma, tata cara sholat, dan buku ajaran Islam lainnya.

Hanya saja, Koh Asen menginginkan hujan kembali turun agar udara dan tubuhnya tidak terasa panas. “Udah. Gua mau masuk Islam tapi kepengin hujan emang enggak boleh,” jawabnya dalam hati.

Benar saja, lagi dan lagi hujan kembali turun begitu deras. Kali ini Koh Asen merasa guncangan yang begitu hebat. Padahal, saudara lainnya yang tengah berbincang tak merasakan gempa sama sekali.

“Saya sendiri yang bergoyang bumi. Saya bilang oh ya berarti enggak boleh coba-coba kayak gitu. Nanya punya nanya, akhirnya saya baru tahu, oh bener-bener enggak boleh. Enggak boleh nyobain Allah tuh,” terang Koh Asen.

Sejak kejadian itu, Koh Asen makin yakin menjadi mualaf. Dia pun belajar semua ajaran agama Islam, seperti sholat dan mengaji secara diam-diam. Pasalnya, keluarganya pasti akan menentang keputusannya ini. Meski demikian, hatinya sudah benar-benar yakin untuk menjadi mualaf.

Baca Juga :   Gadis Cantik Asal Kuba Ini Bisa Bedakan Teman Sejati atau Bukan setelah Masuk Islam

“Saya udah yakin sih, yakin banget soalnya memang buktinya udah nyata. Saya memang butuhnya yang nyata,” katanya.

Hingga suatu saat, Koh Asen memberanikan diri untuk masuk Islam secara resmi. Akhirnya, dia pun mengucapkan dua kalimat syahadat dibimbing seorang pemuka agama. Kini Koh Asen telah resmi menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.

Wallahu a’lam bishawab.

 

sumber: bit.ly/3ujpnmd

Tags: #Hidayah Islam #hujan #imlek #kisah mualaf #mualaf #tionghoa