Haruskah Pahala Doa Anak Salih itu Berasal dari Putra atau Putri Kandung?

SAHABATSHOLEH – Doa anak salih kerap disebut doa yang paling mustajab. Pasalnya, amalan dan doa dari anak salih akan terus mengalir meski orangtuanya sudah meninggal dunia.

Oleh karena itu, banyak orangtua yang selalu mendidik dan berdoa agar anaknya tumbuh menjadi anak yang salih dan salihah. Namun, apakah doa anak salih ini hanya teruntuk anak kandung? Lantas, bagaimana dengan pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki anak dan mengadopsi anak angkat?

Pendiri Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar, Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi, mengatakan bahwa anak kandung berbeda dengan anak angkat. Doa anak salih memang khusus untuk anak kandung, dan itulah keutamaan orang menikah yang memiliki keturunan.

“Anak angkat itu bukan dari keturunan. Dia dibedakan antara anak yang merupakan anugerah bagian dari keturunannya dan anak yang hubungannya terbentuk dari perbuatan baik, dalam bentuk merawat, mendidik, membesarkan,” kata Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi, dikutip dari kanal YouTube DzulqarnainMS, Kamis (3/2/2022).

“Seluruhnya ada pahala, tapi keterkaitan pada keturunan itu ada kekhususan yang Allah Subhanahu wa ta’ala berikan untuk hubungan tersebut,” tambahnya.

Kendati demikian, pasangan suami istri yang tidak bisa memiliki anak masih mendapat kesempatan dengan doa anak angkat yang diajari ilmu bermanfaat.

Ya, apabila mereka mendidik dan membesarkannya menjadi anak yang bermanfaat, maka pahala akan terus mengalir untuknya, sekalipun sudah tiada.

“Dari anak ini dia didik, dia belajar, bermanfaat bagi manusia atas panjang dia bermanfaat bagi manusia, dia menjadi sebab anak ini menjadi orang yang bermanfaat, dia juga dapat aliran pahala dalam hal itu,” ujarnya.

Ini termasuk sedekah jariyah. Dikatakan, sedekah jariyah seseorang yang melalui ilmu, kemudian diamalkan, maka pahala akan terus mengalir dan tidak akan terputus walaupun sudah di alam kubur. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

“Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: Sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, anak salih yang mendoakan orangtuanya.” (HR Muslim Nomor 1631)

Wallahu a’lam bishawab.

Tags: #amal jariyah #anak salih #doa anak salih #jariyah #sedekah jariyah #ustadz dzulqarnain muhammad sunusi