Gadis Cantik Asal Kuba Ini Bisa Bedakan Teman Sejati atau Bukan setelah Masuk Islam

Kisah mualaf cantik bernama Leilys asal Kuba ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, semenjak memeluk agama Islam, dia jadi bisa membedakan mana teman sejati dan mana yang hanya berpura-pura menjadi teman.

Leilys telah resmi satu tahun masuk Islam. Namun sepanjang perjalanan mualafnya, dia terpaksa harus menyembunyikan identitas agamanya kepada kerabat terdekat.

“Pengalaman saya ketika baru pertama kali memeluk Islam, saya diam dan merahasiakannya,” kata Leilys, dikutip dari kanal YouTube Ayatuna Ambassador, Jumat (14/1/2022).

Suatu saat Leilys memutuskan mengungkap identitas agamanya di Instagram. Tidak disangka, dia justru mendapat banyak hujatan. Termasuk dari semua teman yang selama ini dianggap sahabat olehnya. Banyak yang memblokir akun Instagram Leilys kala itu, padahal mereka sudah berteman bertahun-tahun lamanya.

“Ketika saya putuskan untuk mengunggah di Instagram saya, banyak yang saya anggap teman dan telah kenal bertahun-tahun memblokir saya,” ujar Leilys.

Bahkan, teman palsu Leilys juga kerap mengejeknya di Instagram. Tidak dimungkiri, Leilys pun merasa sangat kecewa dan stres menghadapinya. Terlebih lagi dia belum memiliki teman Muslim sebagai tempat curhat saat itu.

“Mereka mengejek saya dan mengolok saya. Itu menyedihkan, sangat mendepresikan, khususnya karena saya tidak kenal Muslim dan tidak punya tempat mengadu,” ucap Leilys.

Akhirnya Leilys membuat akun TikTok pribadi agar bisa bertemu dan berinteraksi dengan Muslim lain, khususnya para Muslimah. Benar saja, dia pun mulai berkenalan dan bertemu teman Muslim yang selalu mendukungnya hingga saat ini.

“Subhanallah, saya sangat bahagia melakukan hal itu karena saya bertemu begitu banyak pertemanan yang indah di sini,” ungkapnya.

Tentunya pertemanan ini terasa lebih indah bagi Leilys. Apalagi, mereka selalu tulus membantunya untuk memperdalam ilmu agama Islam.

Baca Juga :   Ini Alasan Mualaf Selebgram Julia Prastini Semangat Menghafal Al Qur'an

Leilys pun merasa sangat bersyukur karena Allah Subhanahu wa ta’ala telah mengganti teman-teman palsunya itu dengan teman-teman baru yang jauh lebih baik.

“Tidak masalah saya kehilangan teman. Sebab, Allah Ta’ala mengganti mereka dengan orang yang membantu saya lebih dekat dengan agama saya,” pungkasnya.

Wallahu a’alam bishawab.

 

sumber: bit.ly/3IctFiT

Tags: #kisah mualaf #kuba #leilys #mualaf #teman sejati