UAH Beri Penjelasan Nasib Kaum Wanita di Surga Jika Pria Dilayani Bidadari

Ustaz Adi Hidayat atau UAH memberikan penjelasan mengenai kepercayaan umat Islam seputar bidadari di surga. Kaum pria selama ini memang dipercaya umat Muslim akan dilayani bidadari di surga jika meninggal dunia.

Hal ini sering memicu pertanyaan tentang bagaimana nasib kaum wanita. Ustaz Adi Hidayat pun memberikan penjelasan melalui video ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube LH Lentera Hati, Jumat (5/10/2021).

Ustaz Adi Hidayat berusaha menerangkan sosok yang akan melayani wanita jika sudah berada di surga. Ia mengatakan Allah akan memberikan pelayan-pelayan pribadi yang selalu siap sedia saat mendapatkan perintah.

Menurutnya, kaum pria akan mendapatkan pelayan-pelayan dengan pacaran wajah setara berlian dari Allah. Ia menyebut pelayan-pelayan ini dinamakan bidadari karena kecantikannya yang luar biasa.

Bahkan, Ustaz Adi Hidayat menggambarkan kecantikan bidadari itu tidak bisa dibandingkan dengan apapun, termasuk istri pria itu sendiri semasa hidup.

“Kalau laki-laki dilayani bidadari surga yang cantiknya jangan dibayangkan dengan istri masing-masing, jauh!” ungkap Ustaz Adi Hidayat seperti dikutip Terkini.id — jaringan Suara.com, Kamis (14/10/2021).

Lantas apakah kaum wanita juga akan mendapatkan pelayan serupa?

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan, Allah juga sudah menyiapkan pelayan khusus bagi wanita yang berada di surga. Pelayan-pelayan kaum wanita dinamakan pangeran-pangeran surga, bukan bidadara.

Seperti bidadari, Ustaz Adi Hidayat menggambarkan ketampanan pangeran-pangeran surga tidak bisa dibayangkan. Pasalnya, pangeran-pangeran surga itu akan mengeluarkan pancaran sinar yang terang dari wajah mereka.

“Kalau laki-laki mendapat pelayanan bidadari di surga, yang perempuan enggak ada bidadara, yang ada pangeran-pangeran surga,” terang Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, Allah sudah menyiapkan pelayan yang adil bagi kaum wanita dan lelaki. Karena itu, ia berpesan kepada umat Islam untuk selalu bertakwa agar bisa mendapatkan kenikmatan surga tersebut.

Apalagi, surga merupakan balasan tertinggi dari Allah kepada hambanya yang selalu bertakwa semasa hidup. Kenikmatan yang ditawarkan di surga juga tidak akan pernah ditemui di dunia.

Menyadur artikel NU Online dengan judul “Seberapa Cantik Bidadari Surga Dibanding Perempuan Dunia?” oleh Alhafiz Kurniawan, terdapat penjelasan tentang kecantikan bidadari surga.

Pada artikel yang berformat tanya jawab tersebut, seorang penanya penasaran seberapa besar kelebihan bidadari surga dibanding perempuan di dunia saat ini? Karena bagi banyak orang terutama kaum laki-laki, motivasi beribadah mereka justru karena bayangan indah bidadari surga.

Pengampu rubrik tanya jawab ini pun memberikan penjelasannya.

Orang yang beribadah kepada Allah karena kenikmatan surgawi boleh-boleh saja meski tidak dianjurkan demikian. Karena idealnya ibadah kepada Allah diniatkan ikhlas semata

Adalah benar bahwa Allah menciptakan bidadari surga dengan kecantikan luar biasa dan akhlak yang sangat terpuji. Tetapi bila dibandingkan dengan perempuan dunia, kelebihan bidadari surga itu tidak seberapa. Ini menurut pendapat ulama yang mengatakan bahwa perempuan dunia kelak lebih cantik daripada bidadari surga.

Hal ini disinggung Syekh Ahmad As-Shawi ketika Tafsir Jalalain menjelaskan Surat Al-Baqarah tentang “istri-istri yang suci di surga”.

“(Mereka akan memperistri perempuan di dalam surga baik dari kalangan bidadari maupun selainnya), yaitu perempuan-perempuan yang pernah tinggal di dunia. Sebuah riwayat menyebutkan, perempuan dunia kelak lebih cantik dibandingkan para bidadari yang sudah tersedia,” (Lihat Syekh Ahmad As-Shawi Al-Maliki, Hasyiyatus Shawi ala Tafsiril Jalalain, Beirut, Darul Fikr, tanpa tahun, juz I, halaman 17).

Keterangan As-Shawi ini menyebut perempuan dunia secara umum tanpa kecuali. Artinya perempuan dunia yang mana saja kelak lebih cantik daripada bidadari surga. Sementara keterangan berikut ini memberikan batasan terkait perempuan dunia yang kelak lebih cantik di surga.

“‘Burung di angkasa, ikan di dalam samudera, malaikat di langit, dan hewan buas di sahara memintakan ampun untuk istri yang taat kepada suaminya.’ Ummu Salamah bertanya, ‘Ya Rasul, mana lebih utama antara perempuan dunia dan bidadari surga?’ ‘Tentu perempuan dunia lebih utama,’ jawab Rasulullah. ‘Kok bisa, apa sebabnya?’ ‘Karena shalat, puasa, ibadah, dan ketaatan mereka kepada suami,’” jawab Rasulullah.[suara]

Tags: #Bidadari #kaum wanita #pria #surga #uah #ustaz adi hidayat