Tiga Tokoh Muslim Ditangkap Densus 88, DPR: Publik Bingung, Kok Ada Organisasi yang Sudah…

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menyoroti penangkapan sejumlah da’i dan tokoh muslim oleh penyidik Densus 88, Selasa, (16/11). Hingga saat ini belum diketahui apa dasar penangakapan ketiga mubalig dan tokoh Islam itu.

Densus diketahui, Farid Okbah, Nain An Najah, dan Anung Al-Hamat ditangkap Densus 88. Ia mendesak Densus 88 agar mengedepankan hukum dan keadilan, transparansi serta tidak sewenang-wenang dalam hal penangkapan.

“Setahu saya mereka itu dalam ceramahnya tidak menghujat pemerintah atau berorientasi takfiri,” kata politisi PKS tersebut.

Menurut Nasir yang juga pernah menjadi anggota Pansus RUU Ter0r1sme, pasal 28 ayat (1) UU 5/2018 memang memberikan hak kepada penyidik untuk melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga melakukan tindak pidana ter0r1sme.

Namun dalam kasus seperti itu, Densus 88 harus memberikan penjelasan yang transparan atas penangkapan tersebut.

“Hal ini penting dilakukan agar jangan terkesan Densus 88 yang pernah ditantang oleh organisasi ter0r1s KKB Papua, malah sepertinya hanya menyasar mubalig muslim, tebang pilih dan cenderung menyudutkan umat Islam,” ujarnya.

Disamping itu, Legislator asal Aceh ini juga meminta selama dalam penahanan dan proses penyelidikan, Densus 88 wajib menghormati hak asasi ketiga orang ustad itu. Ini rohnya UU 5/2018.

“Sebagai legislator Komisi Hukum DPR RI, saya berkewajiban mengingatkan Densus 88 agar perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia harus tetap diberikan selama mereka ditahan. Dengan kata lain, hak-hak mereka harus dipenuhi”, ujar Nasir.

Dalam keterangannya, Nasir Djamil juga menyerukan kepada Densus 88, TNI dan Polri dan Pemerintah agar dalam menanggulangi ter0r1sme juga mempertimbangkan faktor objektifitas.

“Sebab, sebagian besar tokoh dan penceramah muslim di Indonesia tidak pernah mengangkat senj4ta atau membeli senj4ta dari oknum aparat yang dipakai oleh gerakan separ4t1s, apalagi sampai mendirikan negara yang berpisah dari NKRI,” papar Nasir.

Nasir Djamil juga membandingkan dengan KKB yang telah dinyatakan sebagai organisasi ter0r1s oleh pemerintah pada April 2021 lalu. KKB itu, tambahnya, membvnvh aparat TNI dan Polri, rakyat sipil, tenaga kesehatan, membakar pasar, Puskesmas, sekolah, dan gedung pemerintah. Namun sayangnya, Densus 88 dan pasukan khusus TNI yang bertugas menanggulangi ter0r1s seolah tak berdaya.

“Publik bingung, kok ada organisasi yang sudah dinyatakan sebagai ter0r1s dengan leluasa membvnvh dan mener0r aparat dan rakyat. Sementara mubalig dan tokoh muslim diciduk dan dicurigai sebagai bagian kelompok ter0r1sme. Dimana keadilan hukumnya?” ungkap Nasir.

Terakhir, Nasir Djamil mengharapkan adanya hubungan yang harmonis antartokoh agama, terutama pemuka agama Islam dan memberikan perlindungan terhadap mereka guna menjaga kedaulatan NKRI.

“Ibaratnya, musuh negara yang sudah nyata di depan mata kok terkesan dibiarin, sementara kawan di samping yang membela NKRI justru dicurigai sebagai bagian dari jaringan ter0r1sme”, pungkas Nasir. [fin]

Tags: #Densus #Densus Tangkap Tokoh Muslim #MUI