Ternyata Ada Ayat-Ayat Al Quran Pencegah Lupa

163 views

Ustadz Adi Hidayat menyampaikan tausyiah terkait lupa yang disebabkan gangguan setan. Mengutip ayat suci Alquran, UAH juga menceritakan kisah sahabat Nabi Musa Alaihissallam yang pernah mengalami lupa dengan ajaran kebaikannya.

Sebagai makhluk biasa, manusia sangat lekat dengan kelupaan terhadap perintah Allah Subhanahu wa ta’ala. Namun bagi umat Islam, lanjut Ustadz Adi Hidayat, patut diketahui ternyata ada sederet ayat suci Alquran yang bisa mencegah kelupaan seseorang.

UAH pun mengulas pentingnya mencegah lupa. Ia kemudian mengutip dari berbagai ayat Alquran yang membahas masalah lupa seperti Surah Albaqarah Ayat 286.

“Lupa, bisa menjadi rahmat yang patut disyukuri. Tapi juga boleh jadi, ia bisa menjadi musibah yang mesti dievaluasi pun demikian diintrospeksi. Sisi yang kedua ini banyak yang dialami oleh saya, Anda, atau bahkan kita dalam menjalani aktivitas kehidupan yang kita titih,” ungkapnya, seperti dikutip dari kanal YouTube Adi Hidayat Official, Selasa (10/8/2021).

Ia menerangkan, lupa terkadang bisa menyebabkan sesorang berbuat maksiat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah Al Baqarah Ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir’.” (QS Al Baqarah: 286)

“Di antara sekian doa, dianjurkan kita memanjatkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, ‘Ya Allah jangan hukum kami, bilapun kami pernah lupa dan dengan lupa itu kami berbuat salah.’ Tidak sedikit kesalahan dibangun dari sifat lupa,” ujar Ustadz Adu Hidayat.

Ia mengatakan seseorang yang berdusta tidak serta merta tak mengetahui perbuatan tersebut keliru. Namun, seseorang acap kali berdusta lantaran lupa yang datangnya dari gangguan setan.

UAH juga menjelaskan sama halnya dengan orang yang gemar bergosip, bahkan menggunjing sesama. Dipastikan orang semacam ini kerap dilanda kelupaan dari setan yang terkutuk.

“Orang berdusta bukan karena tidak tahu bahwa dusta itu salah. Hanya saat berdusta ia lupa bahwa itu keliru. Orang yang bergosip bukan tidak tahu kalau gosip itu tidak baik, hanya saat bergosip ia lupa bahwa itu keliru,” ucap Ustadz Adi Hidayat.

Dia menjelaskan, lupa yang menjadikan seorang terjebak dalam perbuatan salah bahkan dosa. Itu lupa yang diwaswasi oleh setan. Karena itulah, ada serangkaian ayat yang memberikan isyarat kepada manusia bagaimana peran setan yang membisikkan dan mendorong seseorang untuk lupa mengerjakan kebaikan serta cenderung mengarah ke sisi negatif.

Ternyata seorang sahabat Nabi Musa Alaihissalam juga pernah mengalami lupa. UAH menceritakan kisah ini dengan mengutip Surah Al Kahfi Ayat 63.

قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ وَمَا أَنْسَانِيهُ إِلَّا الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ ۚ وَاتَّخَذَ سَبِيلَهُ فِي الْبَحْرِ عَجَبًا

Artinya: “Muridnya menjawab: ‘Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali’.” (QS Al Kahfi: 63)

Dalam ayat tersebut, jelas Ustadz Adi Hidayat, Allah Subhanahu wa ta’ala menceritakan kembali kisah Yusaq bin Nun selaku sahabat Nabi Musa yang lupa akan ajaran kebaikan beliau. Yusaq lantas menyadari kelupaannya ini datang dari godaan setan.

“Quran Surah ke-18 Al Kahfi misalnya di ayat ke-63, Allah Subhanahu wa ta’ala menyampaikan firman-Nya tentang sahabat Nabi Musa Alaihissallam yang kelak dikenal dengan nama Yusaq bin Nun. Ketika ia terlupa dengan isyarat Nabi Musa dan mengatakan: ‘Dan tidaklah aku lupa ini kecuali setan yang mengarahkan aku untuk melupakan jalan-jalan kebaikan yang telah diisyaratkan itu’,” tuntas Ustadz Adi Hidayat.[mokzn]

Tags: #Ternyata Ada Ayat-Ayat Al Quran Pencegah Lupa