Tentara China di LCS Alami Gangguan Jiwa, Ratusan Prajurit Diperiksa

Ratusan tentara China diperiksa, ternyata ambisi armada maritim Negeri Tirai Bambu di Laut Natuna tersebut bikin prajuritnya sakit jiwa.

Sebagaimana diketahui, Laut Natuna masih menjadi sengketa, kepemilikannya jadi rebutan banyak negara terutama Asia.

Kaya akan sumber daya alam, Laut Natuna memiliki daya pikat yang kuat, bahkan sampai buat China ngotot mengibarkan hak kepemilikan.

Ambisi China mengklaim Laut Natuna tak berhenti, meski hukum international sudah ditentukan. China ngotot mengklaim Nine Dash Line kirimkan satuan tentaranya menjaga, mengawasi wilayah Natuna.

Namun, bukan keberhasilan yang diterima malah hal yang tidak diharapkan menimpa para tentara Beijing itu.

Mengutip Pikiran Rakyat dalam artikel ‘Ambisi China di Laut Natuna, Buat Tentaranya Merana sampai Sakit Jiwa’ dikabarkan jika banyak tentara China yang akhirnya harus menghadapi gangguan jiwa, mentalnya kena saat menjaga Laut Natuna.

Tak seperti TNI AL Indonesia yang biasa digembleng untuk bertahan menjaga laut NKRI termasuk Natuna Utara, tentara China justru tak kuat mentalnya.

Dikabarkan Defence Security Asia, tentara China mengalami gangguan mental karena ditugaskan di Laut China Selatan yang berbatasan dengan Natuna Utara.

Satu dari lima awak kapal selam China yang bertugas di Laut Natuna telah didiagnosis menderita penyakit mental dan psikologis yang parah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh para ahli kesehatan China, Institute of Military Health Management di Naval Medical University di Shanghai, Tiongkok dan diterbitkan dalam Journal of Military Medicine.

“Studi ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa awak kapal selam dan perwira di Laut Cina Selatan terkena risiko penyakit mental dan menderita masalah psikologis yang parah,” ucap peneliti.

Ambisi berakibat buruk

Beberapa tahun ini memang China tengah gencar mendekati wilayah Laut Natuna, untuk mengklaim apa yang diyakini oleh mereka.

Baca Juga :   Ikuti AS, Australia Boikot Olimpiade Beijing Lantaran Dugaan Pelanggaran HAM terhadap Muslim Uyghur

Namun, tampaknya tindakan China yang menekan tentaranya dengan meningkatkan patroli atau operasi kapal selam malah berakibat buruk.

Kesehatan mental awak kapal selam milik China menjadi terganggu menyebabkan mereka sakit jiwa.

“Salah satu kelompok tentara yang berisiko mengalami gangguan kesehatan mental adalah mereka yang bertugas di kapal selam, terutama di Laut Natuna,” kata para peneliti China.

Cuaca panas dan lembap jadi salah satu faktor

Hal itu dikarenakan kondisi tropis di Laut Natuna, cuaca panas dan kelembapan yang tinggi selain itu juga karena faktor geografisnya.

Terletak di antara banyak negara membuat tentara maritim Beijing harus mendapat tuntutan yang lebih besar.

“Berawal dari ketegangan hubungan dengan negara-negara tersebut, Tiongkok juga meningkatkan patroli untuk memperkuat kontrol di Laut China Selatan,” tutur laporan penelitian tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli China, para awak kapal selam Beijing alami stres karena harus tinggal di ruang sempit untuk waktu yang lama.

Di antara penyakit mental yang dialami oleh awak kapal selam China di Laut Natuna adalah perilaku obsesif-kompulsif, kecemasan, kecemasan fobia, dan somatisasi, yaitu ketika kondisi mental, seperti depresi, memanifestasikan dirinya dalam gejala fisik.

Hasil ini didapatkan dari kuisioner yang dilakukan terhadap 511 awak kapal China yang melakukan operasi di Laut Natuna.

 

sumber: https://bit.ly/3qJPCyQ

Tags: #china #gangguan jiwa #laut china selatan #lsc #prajurit china alami gangguan jiwa #tiongkok