Manusia Dilarang Menghisab Dosa Orang Lain

43 views

 

Tugas seorang ulama atau juga seorang manusia adalah hanya menyampaian kebenaran yang datangnya dari Allah Ta’ala dan Rasulullah SAW.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala yakni:

“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.” (QS. Yasin: 17)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy menjelaskan:

“Tugas kami hanyalah menyampaikan dengan ilmu yang jelas, kami lakukan dan kami jelaskan bagi kalian. Apabila kalian mendapat hidayah, maka itulah keberuntungan dan taufik bagi kalian. Apabila kalian tetap tersesat, maka tidak ada kewajiban bagi kami lagi (mengubah paksa).” [Lihat Tafsir As-Sa’diy]

“Jadi tugas kita hanya menyampaikan, apabila diterima maka alhamdulillah, apabila ditolak, maka sudah bukan kewajiban kita (mengubah paksa),” ujar Ustaz dr Raenul Bahraen dalam akun Instagaramnya dikutip Selasa (16/3/2021).

Lantas bagaimana cara menyampaikannya? Menyampaikan dengan ilmu ilmiah dan cara yang lembut dan hikmah. Inilah yang disebut dengan “hidayah al-irsyad wal bayan”.

Semua bisa memberikan hidayah ini dengan ilmu, sebagaimana firman Allah pada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi hidayah /petunjuk kepada jalan yang lurus” (Asy-Syuuraa: 52).

“Adapun memberikan mengubah orang lain, maka ini hak khusus Allah yaitu memberikan “Hidayah at-taufiq”. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak bisa memberikan hidayah ini,” sebutnya.

Sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. (Al Qashash/28 : 56)

“Berdakwah itu sederhana. Apabila diterima Alhamdulillah, apabila ditolak jangan dipaksa menerima. Jangan dimusuhi tetapi didoakan Karena dia masih saudara kita se-Islam,” ujarnya.[m.okzn]

Tags: #Sesama Manusia Dilarang Menghisab Dosa Orang Lain