Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Ingatkan Tentang Syirik Yang Samar

 

Suatu ketika ada orang yang sholat dengan khusyuk, tuma’ninah, dan sempurna. Ketika Ali bin Abi Thalib ra bertanya kepada orang tersebut, ia menjawab bahwa melakukannya karena dilihat oleh Ali.

Ustaz Abdillah Firmanzah Hasan mengatakan, dalam kegiatan ibadah, adakalanya kita sulit menghadapi godaan setan sehingga baik sengaja maupun tidak, niat kita melenceng bukan lagi untuk mengharap ridha Allah.

“Melainkan untuk mendapat pujian makhluk,” kata Ustaz Abdillah dalam bukunya “Ensiklopedi Amalan Nabi SAW”.

Inilah yang dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau pernah bertanya kepada sahabat.

“Maukah kalian aku beri tahu tentang sesuatu yang paling aku khawatirkan mengancam kalian dalam pandanganku dan lebih menakutkan daripada Almasih Dajjal?”

Para sahabat menjawab. “Mau ya Rasulullah.”

Beliaupun bersabda. “Yaitu syirik yang samar. Apabila seseorang mendirikan sholat sambil membagus-bagus kan sholatnya karena ia melihat ada orang lain yang memperhatikan sholatnya.” (HR Ibnu Majah).

Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa amal yang dilakukan bukan karena Allah akan menjadi azab bagi pelakunya di akhirat. Rasulullah SAW bersabda Sesungguhnya orang pertama kali diadili hari kiamat adalah seorang mati syahid.

Maka, dihadapkan kepada Allah dan diingatkan kepadanya akan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, dan hal itu diakuinya. Kemudian ditanya oleh Allah, ”Lalu, apakah amalanmu dalam nikmat itu?”

Jawabnya, ”Aku telah berperang untuk-Mu hingga mati syahid.”

Maka Allah berfirman: ”Dusta kamu, tetapi kamu berperang untuk dikenal sebagai pahlawan yang gagah berani.”

Lalu ia diseret oleh malaikat dan diperintahkan untuk dilempar ke dalam neraka.

Yang kedua dihadapkan kepada Allah adalah orang yang belajar ilmu agama dan mengajarkannya, serta pandai membaca Alquran. Maka diberitakan tentang nikmat-nikmat yang telah ia peroleh dan ia mengakuinya.

Lalu ia ditanya: ”Lalu, apakah amalanmu di dalamnya?”

Jawab orang itu: ”Aku telah belajar ilmu untuk-Mu dan mengajarkannya, serta membaca Alquran untuk-Mu.”

Allah berfirman: ”Dusta engkau, tetapi engkau belajar ilmu agar mendapat gelar alim, membaca Alquran agar mendapat gelar qari, dan engkau sudah menikmatinya di dunia.”

Kemudian diperintahkan kepada malaikat untuk mencampakkannya ke dalam neraka.

Orang yang ketiga dihadapkan kepada Allah adalah yang diluaskan rezekinya dan diberi oleh Allah berbagai kekayaan. Maka diberitakan kepadanya tentang nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepadanya, dan ia mengakuinya.

Lalu ia ditanya: ”Lantas, apakah amalanmu di dalamnya?”

Jawab orang itu: ”Tiada suatu jalan pun yang Engkau perintahkan mendermakan harta di dalamnya, melainkan telah saya dermakan harta di dalamnya untuk-Mu.”

Jawab Allah: ”Dusta engkau, tetapi engkau mendermakan harta itu agar disebut dermawan, dan telah dikenal sedemikian di dunia.”

Maka Allah kemudian memerintahkan malaikatnya untuk melemparkan orang itu ke dalam neraka.” (HR. Muslim).[REP]

Tags: #Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam Ingatkan Tentang Syirik Yang Samar