Prancis Tutup Satu Masjid Gara-Gara Khotbah Tentang J1had

79 views

Belum lama ini Pemerintah Prancis dikabarkan menutup sebuah masjid atau tempat ibadah umat muslim di Oise, bagian utara negaranya itu.

Hal ini dikarenakan Pemerintah Prancis mendapatkan laporan dari pihak setempat yang menduga adanya khutbah atau ceramah yang disampaikan oleh salah satu imam mengenai ujaran rad1kal disebut “membela j1had”.

Pemerintah Prancis menyebutkan , khotbah di masjid itu menyebut para pejuang atau j1hadis sebagai “pahlawan” dan menghasut k3b3ncian dan k3k3rasan Masjid tersebut berada di Beauvais, Perancis yang merupakan kota berpenduduk sebanyak 50.000 orang.

Pada dasarnya kita sudah mengetahui bahwa negara Perancis merupakan negara yang bersifat sekularisme.

Langkah tersebut dilakukan dua minggu setelah Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin menyebutkan bahwa kasus tersebut telah memicu prosedur untuk menutup situs tersebut karena imam di sana “menargetkan orang Kristen, h0m0s3ksval dan Yahudi” dalam khotbahnya.

Menteri Dalam Negeri Prancis itu berujar bahwa khutbah tersebut “tidak dapat diterima”.

Pihak berwenang memberi kesempatan 10 hari untuk pengurus masjid memberi tanggapan. Imam masjid tersebut diketahui baru saja menjadi mualaf, seperti dilaporkan AFP mengutip koran lokal Courrier Picard.

Seorang pengacara asosiasi pengurus masjid menyebutkan kepada media setempat bahwa khotbah imam tersebut “dipahami di luar konteks”.

Pengacara ini mengatakan, imam tersebut menyampaikan khotbah atas dasar sukarela, dan tugasnya telah dicabut.

Namun, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa imam masjid prancis tersebut yang ditugaskan sebagai pembicara sesekali. Namun dalam kenyataannya dia bertindak sebagai imam biasa”, telah membela praktik Islam yang keras dan keunggulannya terhadap hukum Republik.

Di tahun sebelumnya, Darmanin mengumumkan tindakan keras terhadap masjid-masjid yang berkaitan dengan ekstr3m1s, mengatakan beberapa masjid bisa ditutup jika ditemukan mendorong “s3parat1sme”.

Baca Juga :   Ujaran Keb3nc1an Mengandung SARA, Yahya Waloni Dituntut 7 Bulan Penjara

Pengumuman tersebut merupakan suatu respons terhadap p3m3nggalan seorang guru, Samuel Paty dan p3n1kaman fatal tiga orang di sebuah katedral di Nice pada Oktober 2020 lalu, yang dilakukan kelompok ekstr3m1s.

Kementerian Dalam Negeri menyebutkan sudah menyelidiki sekitar 100 masjid dan musholah terkait ekstr3m1sme dalam beberapa bulan terakhir, dari total 2.620 masjid yang ada di Prancis.

Enam situs sedang diperiksa dengan maksud untuk menutupnya berdasarkan undang-undang Prancis terhadap ekstr3m1sme dan 3parat1sme Islam.

 

sumber: https://bit.ly/3Hj0Qkl

Tags: #jihad #masjid prancis #radikal #tempat ibadah ditutup #ujaran kebencian