Perjuangan Menjadi Mualaf, Wanita di Medan Bertekad Jadi Muslimah hingga Ditabrak oleh Keluarga

Mualaf menjadi langkah yang teramat penting bagi seseorang untuk meninggalkan agamanya yang lama dan memeluk agama Islam. Tentu setiap mendengar kisah tentang mualaf ada yang menarik dan dapat dipetik menjadi pelajaran. Perjuangan menjadi mualaf tidak mudah, banyak tantangan dari keluarga, lingkungan bahkan bisa saja dari suami atau istri.

Kisah mualaf seorang wanita di Medan, Sumatera Utara salah satunya dapat ditarik hikmahnya. Kota Medan dikenal sebagai kota yang keras berbeda dengan kota-kota lainnya. Namun niat Maria Veronica Sinaga untuk menjadi mualaf juga begitu keras. Maria kini menetap di Jakarta namun pada 2018 di Medan, Maria memutuskan untuk menjadi Muslimah.

Melansir YouTube Ngaji Cerdas disebutkan pada 2018 Maria tidak mengenal namanya Islam yang sesungguhnya. “Hanya tahu oh iya Allah, Tuhan saya saat ini Allah. Dari situ mulai belajar, hijrah dari Medan ke Jakarta. Dari Jakarta ke Salatiga untuk mengenal Allah,” ujarnya.

Saat itu Maria benar-benar bingung karena proses untuk menjadi mualaf tidak ada yang membimbingnya. Jadi proses mualaf yang dilakukannya benar-benar dilakukan sendiri.

Tapi alasan apa sehingga Maria memutuskan untuk menjadi Musimah? Maria menjelaskan tak lain karena ada perbedaan dari keluarga. Sisanya, ada hal yang tidak bisa disebutkan mengapa masuk Islam. Maria percaya hidayah Allah sangat besar. “Saya semua gantungkan, hidup mati saya hanya untuk Allah,” tutur Maria.

Maria juga menceritakan pengalaman sulit yang pernah dialami saat menjadi mualaf. Ketika mencoba hijrah, Maria masih ingat dia tak dianggap oleh keluarganya lagi, bahkan Maria juga mengaku dirinya dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Masih teringatnya dirinya dianggap gila oleh keluarganya dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. “Pekerjaan saya hilang bahkan dijauhkan dari anak,” bebernya.

Tak tahan dengan kondisi itu akhirnya Maria yang hanya mengantongi uang yang jumlahnya tak seberapa memutuskan pergi meninggalkan rumah. Namun Maria yakin menjadi mualaf itu memang harus berjuang, berserah, dan bergantung kepada Allah.

Maria juga mengungkapkan awalnya dia adalah aktivis keagamaan dan aktif di kelompok remaja itu menyebut. Namun hidayah Allah Ta’ala datang dan Maria pun sembunyi-sembunyi bertekad menjadi mualaf. Namun lama kelamaan sang ayah tahu. Lantas apa yang terjadi. “Perdebatan keras terjadi di keluarga. Nah pada hari ketujuh saya diusir dari rumah. Diancam setiap hari, dimasukkan ke rumah sakit jiwa,” katanya.

Bukan itu saja. Maria juga disakiti dan dicelakai oleh keluarga sendiri, bahkan sempat ditabrak oleh kakaknya sendiri. Begitu pula di lingkungannya, ia mengalami perundungan atau bullying oleh teman-temannya.

“Sampai suatu ketika di saat saya dimasukkan ke rumah sakit jiwa salah satu dokter bilang. Anak Bapak tidak gila, anak bapak memutuskan masuk Islam itu sangat baik. Kenapa Bapak tega, memasukkan anak ke rumah sakit jiwa?” katanya.

“Harusnya bapak bersyukur, anak bapak masuk Islam. Di situ papi, tetap kencang, masukkan rumah sakit jiwa lain lagi. Saya disekap, saya dikasih obat tidur, sampai saya bilang, kenapa kalian enggak bunuh saya sekalian dengan agama saya saat ini?”

Saat Maria berkata seperti itu, sang ayah hanya menyebutnya sebagai anak durhaka dan mempertanyakan mengapa memilih agamanya yang sekarang padahal sudah disekolahkan tinggi. “Jawaban saya cuma satu, hidayah dari Allah,” katanya.

Apakah perjuangan Maria sampai disitu saja? Tidak. Pada 2020 Maria Veronica Sinaga hampir saja kembali ke agamanya yang lama.

Seiring waktu setelah menjadi mualaf 2 tahun Maria masih berhubungan dengan keluarganya. “Pada 2020 itu aku dibawa om ku abang ayah ke Singapura. Di situlah kenikmatan dunia tawarkan agar kembali ke agama lama alias murtad,” bebernya. Namun Maria tak mau dan kabur dari Singapura ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta rupanya sudah ditunggu oleh keluarganya dan dikurung lagi selama 10 hari di rumah. Setelah kejadian itu Maria bertekad penuh meninggalkan keluarga. Maria percaya bahwa dirinya tidak sendiri tetapi bersama dengan orang-orang soleh dan soleha serta Allah Ta’ala.[mokzn]

Tags: #Perjuangan Menjadi Mualaf #Wanita di Medan Bertekad Jadi Muslimah hingga Ditabrak oleh Keluarga