Penasaran, Ingin Tahu Perasaan Suami Jika Istri Menolak Berhubungan Serta Hukumnya Dalam Islam?

Ada kondisi tertentu yang memperbolehkan istri menolak ajakan bercinta suami.

Ada saatnya mungkin menolak untuk bercinta karena sesuatu hal dan pasti penasaran bagaimana perasaan suami jika istri menolak berhubungan.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah. Meskipun, mewujudkannya pun tidak mudah.

Salah satu caranya yaitu dengan saling membahagiakan satu sama lain, termasuk memenuhi kebutuhan secara lahir dan batin.

Memenuhi kebutuhan secara lahir dan batin di sini ialah memuaskan hawa napsu suami ataupun istri. Sebab, hal ini merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan, juga akan bernilai ibadah dan bila dilakukan dengan niat tersebut, akan bernilai pahala.

Namun, kehidupan seksual sering kali sedang menurun sehingga istri menolak untuk bercinta.

Tapi bagaimana hukumnya bila seorang istri menolak ajakan suami untuk bercinta? Dan bagaimana perasaan suami jika istri menolak berhubungan? Yuk kita simak ulasannya di bawah ini

Perasaan Suami Jika Istri Menolak Berhubungan

Istri melakukan hubungan seksual diperlukan kondisi tubuh yang sehat dan bugar. Tak hanya kesehatan fisik, tetapi juga mental.

Tubuh yang lelah akibat beraktivitas seharian, sering kali menjadi alasan Moms menolak diajak bercinta. Kondisi ini memang membuat bimbang takut mengecewakan suami, tetapi Moms juga harus memperhatikan kesehatan.

Sebagai istri pasti penasaran kan, bagaimana perasaan suami jika istri menolak berhubungan? Apakah kecewa atau biasa saja ya?

Melansir Psychology Today, Sarah Hunter Murray Ph.D melakukan penelitian tentang perasaan suami jika istri menolak berhubungan. Hasil menemukan bahwa hasrat seksual pria akan menurun ketika dorongan seksual ditolak dan bahkan melukai harga diri mereka.

Perasaan suami jika istri menolak berhubungan juga akan mempertanyakan diri mereka sendiri dan hubungan mereka. Hingga pada akhirnya berdampak negatif pada hubungan.

Baca Juga :   Haru, 14 Tahun Berpisah dan Miliki Keluarga Masing-Masing, Pasangan Ini Kembali Bersama

Suami akan mengerti ketika sang istri memang terlihat sakit kepala, mengalami bad mood, dan lain-lain. Melansir Journal of Social and Personal Relationships, menolak bercinta dengan pasangan tidak akan membahayakan hubunga jika Moms melakukannya dengan cara yang positif.

Para peneliti menemukan bahwa, pria lebih suka pasangan mereka menolak bercinta dengan cara meyakinkan daripada menerimanya dengan asalanya tidak ingin bertengkar.

Kalimat seperti ‘tidak malam ini ya, Sayang’ masih bisa diterima, tetapi bukan sesuatu yang diharapkan terjadi terus-menerus.

“Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa perasaan suami jika istri menolak berhubungan sangat kecewa. Penolakan seksual itu dirasa sangat menyakitkan. Dan akhirnya, pria memilih menghindar agar tidak terluka lagi,” ucap Sarah.

Hukum Istri Menolak Ajakan Bercinta dalam Islam

Setelah membahas perasaan suami jika istri menolak berhubungan dari sisi psikologis, tak ada salahnya untuk mengetahui dari sisi keagamaan.

Perlu diketahui, melayani suami merupakan kewajiban utama seorang istri yang tidak boleh ditinggalkan. Melansir Konsultasi Syariah dari Talqu bin Ali, Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib: 2/199).

Hadits di atas mengartikan bahwa seorang istri wajib melayani suami bila suami memintanya meski saat itu ia sedang ada pekerjaan lain. Hadits ini juga menganjurkan agar lebih memprioritaskan ajakan suami dibandingkan pekerjaan lain.

Bila seorang istri melayani suaminya dengan bahagia, ikhlas dan bersungguh-sungguh, sampai sang suami pas terhadapnya, maka surga menjadi hak bagi sang istri. Seperti dalam hadits dari Ummu Salamah ra, Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa saja perempuan yang meninggal dunia sedang suaminya ridha terhadapnya maka pastilah ia masuk Surga.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi berkata hadits ini Hasan Gharib).

Baca Juga :   Terkait Kasus Herry Wirawan, Ini Pandangan Islam Mengenai Hukuman Keb1r1

Istri Menolak Berhubungan

Merujuk hadits yang di jelaskan di atas, pada dasarnya seorang istri harus menuruti ajakan suami untuk berjima’, apalagi bila tidak ada uzur syar’i yang dialami sang istri. Bahkan sebuah hadits menerangkan bahwa Allah marah pada seorang istri yang menolak ajakan suami.

“Bila seorang suami memanggil istrinya ke ranjang lalu tidak dituruti, hingga sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya niscaya para malaikat melaknati dirinya sampai Shubuh,” (Muttafaq ‘Alaih dari hadits abu Hurairah).

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidak seorang suamipun yang mengajak istrinya ke ranjang lalu sang istri enggan memenuhi panggilannya melainkan yang di atas langit (Allah Ta’ala) marah kepadanya sampai suaminya ridha kepadanya,” (HR.Muslim).

Perasaan suami jika istri menolak berhubungan terkadang membuatnya kecewa dan menimbulkan konflik rumah tangga bila tidak ada komunikasi yang baik. Meski terkesan sepele, ternyata perkara ini menimbulkan dosa besar yang membuat shalat tidak bisa diterima.

Kondisi Istri yang Diperbolehkan Menolak Bercinta

Ada kondisi yang diperbolehkan untuk menolak bercinta atau saat sang istri memiliki uzur syar’i, yaitu:

1. Kondisi Haid

Bersenggama dalam kondisi istri yang sedang datang bulan adalah haram, seperti dikatakan dalam Al-Quran.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu Haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (QS : Al-Baqarah : 222)

Namun, apabila sang istri sedang datang bulan, tidak harus melayaninya berjima’, tapi bisa bersenang-senang dengan cara yang lain. Dalam hal ini komunikasi yang baik juga diperlukan agar perasaan suami jika istri menolak berhubungan tidak kecewa.

Baca Juga :   Kisah Milkul Yamin, Hubungan 1nt1m Tanpa Perkawinan dalam Kajian Fiqih

2. Istri Sedang Hamil

Kehamilan merupakan kondisi yang membuat seorang istri merasa mudah lelah dan sulit melakukan aktivitas berat, termasuk untuk berjima’.

Dikhawatirkan bila dipaksa untuk melakukan jima’, akan berefek pada kondisi janin. Karena itu, bila istri merasa lelah dan khawatir akan kehamilannya, sebaiknya mengurungkan niat untuk berhubungan.

Nah dengan begitu perasaan suami jika istri menolak berhubungan tidak akan merasa kecewa, karena mereka juga pasti mementingkan kesehatan istri dan calon bayi.

3. Dalam Kondisi Sakit dan Kelelahan

Istri yang sedang sakit boleh menolak ajakan suami bersetubuh. Sakit yang dimaksud yang membuat istri tidak mampu dan tidak bertenaga melakukan aktivitas. Bila dipaksakan, dikhawatirkan dapat berimbas pada semakin menurunnya kesehatan sang istri.

4. Saat Berpuasa/Berpuasa Ramadan

Berjima’ termasuk aktivitas yang dapat membatalkan puasa, sekalipun dilakukan oleh suami dan istri. Karena itu, istri wajib menolak untuk berhubungan badan, ketika sedang berpuasa.

Tentu syariat Islam juga memberikan keringanan pada istri yang benar-benar memiliki alasan syar’i untuk menolak dengan halus dan sopan.

Dari semua ini, hal terpenting adalah komunikasi yang sehat dengan suami. Sehingga, perasaan suami jika istri menolak tidak kecewa satu sama lain.

Melansir Personality and Social Psychology Bulletin, perasaan suami jika istri menolak berhubungan tidak akan sakit hati atau kecewa jika dibicarakan dengan lembut. Sebaliknya, jika Moms menolaknya dengan acuh suami merasa tidak dihargai.

Bila sampai terjadi penolakan tanpa adanya uzur syar’i dari sang istri, itu adalah satu kemaksiatan yang berbahaya untuk keselamatan dirinya. Sebab kemarahan suami mengakibatkan kemurkaan Allah. Naudzubillah min dzalik.

 

Sumber: https://www.orami.co.id/magazine/perasaan-suami-jika-istri-menolak-berhubungan/

Tags: #Hukum Islam #Istri Menolak Diajak Berhubungan #Keluarga Muslim #Perasaan Suami #Suami dan Istri