Parlemen Kanada Sebut Perlakuan China Terhadap Uighur Merupakan Genosida

 

Parlemen Kanada menetapkan sebuah langkah yang tak mengikat, menyatakan perlakukan China terhadap minoritas muslim Uighur merupakan genosida, menekan pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau mengambil langkah yang sama.

Langkah tersebut, didukung oposisi Partai Konservatif, disahkan melalui pemungutan suara dengan perolehan 266:0 di DPR pada Senin, walaupun Trudeau dan hampir semua anggota kabinetnya abstain.

Langkah itu juga diubah sebelum pemungutan suara untuk meminta Komite Olimpiade Internasional untuk memindahkan lokasi Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing jika penindasan terhadap Uighur terus berlanjut.

“Lebih dari 1 juta Uighur dan Muslim Turki lainnya sedang dan telah ditahan di kamp-kamp. Kesaksian yang telah kami dengar dari para saksi mata dan penyintas sangat mengerikan,” jelas pemimpin Partai Konservatif, Erin O’Toole kepada wartawan setelah pemungutan suara.

“Ada penderitaan nyata yang sedang terjadi di China. Terjadi genosida dan orang Kanada, meskipun kami adalah pedagang bebas dan saya sangat bangga menjadi partai pasar bebas, nilai-nilai kami tidak untuk dijual,” jelasnya ketika ditanya tentang potensi dampak ekonomi dari langkah tersebut, dilansir Aljazeera, Selasa (23/2).

Para pembela HAM dan ahli PBB telah menyampaikan sedikitnya 1 juta muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah Xinjiang, China. China membantah tuduhan tersebut, berdalih kamp tersebut merupakan pusat pelatihan vokasi untuk melawan gerakan ekstremisme agama.

Duta Besar China untuk Kanada, Cong Peiwu, menolak langkah Partai Konservatif tersebut, mengatakan “sama sekali tak ada genosida di Xinjiang.”

“Beberapa orang di Kanada dan negara barat lainnya membicarakan tentang penegakan nilai-nilai, tapi satu bagian penting dari nilai-nilai tersebut harusnya: menghormati fakta dan berhenti menyebarkan disinformasi dan bahkan kebohongan,” jelas Cong dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs web Kedubes China pada Sabtu.

Cong juga mendesak Kanada berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dan jangan merusak hubungan China-Kanada.

Tapi di dalam negeri, PM Trudeau ditekan agar mengambil langkah tegas terhadap China.

Hubungan antara Ottawa dan Beijing merosot pada Desember 2018 ketika Kanada menangkap Meng Wanzhou, pejabat eksekutif perusahaan telekomunikasi raksasa China, Huawei, atas permintaan ekstradisi AS, di mana Wanzhou menghadapi dakwaan penggelapan.

China kemudian menangkap dua warga Kanada; mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor, dengan tuduhan mata-mata.
Pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, di hari-hari terakhirnya menjabat, mengatakan China telah melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap Uighur di Xinjiang.

Bulan lalu, Inggris menuduh China melakukan pelanggaran HAM yang disebutnya “barbarisme mengerikan” terhadap komunitas Uighur.(m.mrdk)

Tags: #Parlemen Kanada Sebut Perlakuan China Terhadap Uighur Merupakan Genosida