Pahala Menafkahi Janda Seperti Jihad Fii Sabilillah!

173 views

Pahala menafkahi janda dan orang miskin seperti jihad fii sabilillah. Dan hal ini merupakan anjuran Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Siapapun – baik laki-laki maupun perempuan – yang memiliki kelapangan rezeki dianjurkan untuk menafkahi janda dan fakir miskin. Tidak ada keterangan yang menafkahi itu khusus laki-laki atau perempuan.

Berikut ini haditsnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

السَّاعِى عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ، أَوْ كَالَّذِى يَصُومُ النَّهَارَ وَيَقُومُ اللَّيْلَ

“Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin, pahalanya seperti mujahid fii Sabilillah atau seperti orang yang rajin puasa di siang hari dan rajin tahajud di malam hari.” (Hadits Riwayat Bukhari 6006, dan Muslim 7659).

Ingat Ya! Menafkahi Janda, Bukan Menikahi Janda!

Dalam keterangan hadits di atas maksud dan tujuannya adalah untuk memotivasi umat Islam menafkahi janda, bukan menikahi janda!

Meskipun jika menikahinya juga merupakan amal baik seorang muslim. Namun pahalanya tidak lagi seperti yang disebutkan pada hadits tersebut.

Karena jika menikahinya berarti sudah menjadi tanggung jawab seorang suami kepada istri. Status pahalanya bukan lagi pahala menafkahi seorang janda. Melainkan pahala dari ibadah penikahan.

Hadits ini menganjurkan kita untuk menafkahi janda. Terutama janda tua yang miskin, tidak memiliki keluarga yang mampu memenuhi kebutuhannya.

Seperti yang dipertegas oleh Imam An-Nawawi,

“Yang dimaksud “berusaha memenuhi nafkah” artinya bekerja untuk memenuhi kebutuhan nafkah janda.” (Syarh Shahih Muslim, 18/112).

Maka agar terhindar dari fitnah bagi yang sudah memiliki istri dan ingin melaksanakan anjuran Rasulullah ini. Disarankan sebaiknya santunan infak kepada janda miskin tersebut diketahui istri, atau bersama-sama istri, atau istri saja yang menyerahkannya.

Ibnu Batthal dalam Syarh Shahih Bukhari juga mengatakan,

“Siapa yang tidak mampu berjihad di jalan Allah, tidak mampu rajin tahajud atau puasa di siang hari, hendaknya dia praktikkan hadits ini.

Berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para Mujahidin fii Sabilillah.

Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud.” (Syarh Shahih Bukhari – Ibnu Batthal).

Wallahu a’lam,[suarapakar]

Tags: #Pahala Menafkahi Janda Seperti Jihad Fii Sabilillah!