Netanyahu Akhirnya Mau Gencatan Senj4ta, HAMAS: Kita Menang!

215 views

 

P3njaj4h Zionis-Israel dan kelompok pejuang kemerdekaan Palestina di Jalur Gaza, Hamas dan J1had Islam Palestina, akhirnya sepakat gencatan senj4ta yang dimulai Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Kelompok Hamas mengklaim kemenangan p3rang karena pada awalnya Netanyahu sebagai pentolan p3njaj4h Israel ngotot meneruskan p3rang dan bahkan seruan Joe Biden untuk gencatan senj4ta diacuhkannya. Namun setelah HAMAS terus menghujani posisi Zionis-Israel, bahkan berhasil mer0ket enam pangkalan udara Zionis, Netanyahu agaknya ciut. Di luar dugaan para jenderal Israel, HAMAS dan faksi pejuang kemerdekaan Palestina lainnya ternyata memiliki banyak sekali persediaan r0ket dan rvdal yang mampu menembus perisai besi atau Iron Dome yang berbiaya mahal.

 

Gencatan senjata disetujui setelah 11 hari perang berdarah.

Dalam gencatan senj4ta ini, Mesir membantu menengahi perjanjian tersebut, dan akan mengirim dua delegasi keamanan ke wilayah Palestina yang dijajah Israel dan Gaza untuk memastikan perjanjian itu ditegakkan.

“Kabinet keamanan politik dengan suara bulat menerima rekomendasi dari semua pejabat keamanan, kepala staf, kepala Shin Bet (badan keamanan internal Israel), kepala Mossad (badan intelijen asing Israel) dan kepala dewan keamanan nasional untuk menerima inisiatif Mesir untuk gencatan senjata tanpa syarat bilateral,” kata pemerintah penjajah Israel dalam sebuah pernyataan.

“Kepala staf, eselon militer, dan kepala GSS (general security service) meninjau pencapaian besar Israel dalam kampanye di hadapan para menteri, beberapa di antaranya belum pernah terjadi sebelumnya. Eselon politik menekankan bahwa kenyataan di lapangan akan menentukan kelanjutan kampanye,” lanjut pemerintah penjajah Israel.

Seorang pejabat Hamas, Ali Barakeh, mengatakan kepada The Associated Press bahwa gencatan senjata adalah “kemenangan bagi rakyat Palestina” dan kekalahan Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu.

Tak lama setelah perjanjian gencatan senj4ta diumumkan, sirene serangan udara terdengar di wilayah Palestina yang dijajah Israel, menandakan lebih banyak tembakan r0ket yang masuk.

Gencatan senjata terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meningkatkan tekanan diplomatik pada Israel untuk mengakhiri p3rtempvran, mengatakan kepada Netanyahu bahwa dia mengharapkan “de-eskalasi” yang cepat.

“Kedua pemimpin telah membahas secara rinci tentang keadaan peristiwa di Gaza, kemajuan Israel dalam menurunkan kemampuan Hamas, dan upaya diplomatik yang sedang berlangsung oleh pemerintah wilayah dan Amerika Serikat,” klaim Gedung Putih dalam menyampaikan hasil pembicaraan telepon kedua pemimpin tersebut. Itu merupakan panggilan telepon yang keempat dalam seminggu.

“Presiden menyampaikan kepada Perdana Menteri bahwa dia mengharapkan penurunan yang signifikan hari ini di jalan menuju gencatan senj4ta.”

Pesan itu secara mencolok menunjukkan perubahan sikap Biden, yang sebelumnya menekankan hak Israel untuk membela diri.

 

Netanyahu sebelumnya menolak seruan untuk menghentikan serangan.

“Saya sangat menghargai dukungan dari teman kita, Presiden AS Joe Biden, atas hak negara Israel untuk membela diri,” sesumbar Netanyahu.

Sebelumnya hari ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyerukan kedua pihak untuk menghentikan k3k3rasan, menggambarkan Gaza sebagai “n3rak4 di bumi”.

“Permvsvhan telah menyebabkan kervsakan serius pada infrastruktur sipil penting di Gaza, termasuk jalan dan jalur listrik, yang berkontribusi pada keadaan darvrat kemanusiaan,” kata Guterres.

“Bahkan p3rang memiliki aturan. Pertama dan terpenting, warga sipil harus dilindungi,” ujarnya.

“Serangan sembarangan, dan serangan terhadap warga sipil dan properti sipil, adalah pelanggaran hukum p3rang. Begitu pula serangan terhadap tujuan militer yang menyebabkan hilangnya ny4wa warga sipil secara tidak proporsional dan cedera pada warga sipil,” paparnya.[eramuslim]

Tags: #HAMAS: Kita Menang! #Netanyahu Akhirnya Mau Gencatan Senjata