Murka Allah pada Pelaku Pembvnvhan Berencana

69 views

Pembvnvhan (al qatl) atau kejahatan terhadap jiwa manusia (al jinayah ‘ala an nafs al insaniyyah) adalah kejahatan besar. Seperti dinukil kitab at Targhib wat Tarhib, dalam syariat Islam, pelaku pembvnvhan berencana terancam mendapatkan hukuman mati. Pelaku pembvnvhan berencana sangat dimurkai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kelak orang tersebut akan merasakan balasan atas tindakannya menghilangkan nyawa orang lain tanpa hak di neraka jahanam.

Allah akan melaknatnya di akhirat dalam arti tidak akan memberikannya sedikitpun rahmat kendati orang tersebut meminta pertolongan untuk dibebaskan dari siksa neraka. Itu karena perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa seorang mukmin dengan sengaja atau direncanakan. Allah berfirman:

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّـهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا ﴿٩٣﴾

Dan barangsiapa yang membvnvh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan Allah melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya. (Alquran surat An Nisa ayat 93).

Kejahatan membvnvh orang dengan sengaja atau dengan perencanaan adalah termasuk kejahatan yang mendatangkan dosa besar. Kecuali membvnvh manusia yang memang berhak untuk dibvnvh oleh orang yang memiliki kewenangan membvnvhnya, seperti pelaku kejahatan ter0r1sme yang tidak mau bertaubat dan kukuh pada pendiriannya untuk mengulangi aksinya, lalu atas ketetapan majelis hakim, pelaku ter0r1sme itu dijatuhi hukuman mat1. Maka yang berhak melakukan eksekusi hukuman hanya algojo atau istilah lainnya yang digunakan dalam suatu negara. Atau juga membvnvh dalam sebuah pertempuran antara umat Muslim melawan kaum kafir yang memusuhi atau memerangi Islam dan tidak mau hidup berdampingan.

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :اِجْتَنِبُواالسَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ قِبْلَ يَارَسُوْلَ اللَّهِ وَمَاهُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُوَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ اِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَأَكْلُ الرِّبَاوَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Jauhilah olehmu tujuh dosa besar yang bakal mencelakakan”. Ditanyakan oleh para sahabat: “Ya Rasulullah, apa tujuh dosa besar itu?”. Nabi bersabda: “Menyekutukan Allah, dan sihir, dan membvnvh seseorang yang Allah haramkan kecuali dengan hak (dengan hukuman yang benar), makan harta anak yatim, makan barang riba, melarikan diri dari perang, menuduh z1na wanita-wanita yang telah bersuami yang menjauhi kemaksiatan (atau wanita baik-baik. (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga :   Pahala yang Besar bagi Orang Yang Memaafkan Pembvnvh Keluarganya, Meski tidak Mudah Melakukannya

 

sumber: https://bit.ly/3EFGH6x

Tags: #dosa membunuh #dosa pembunuhan #hukum membunuh dalam islam #pembunuhan berencana