Menciptakan Rumah Tangga Antidrama

133 views

Rumah tangga yang penuh drama biasanya dimulai dari baper yang berujung pada perselisihan. Lalu, bagaimana menciptakan rumah tangga antidrama?

Sahabat Muslim, sebelum memutuskan untuk menikah, tidak terbayang rasanya seperti apa dinamika rumah tangga. Setiap hari kok, ada saja masalah yang berbeda-beda.

Namanya juga rumah tangga. Seringkali masalah yang hadir memang bukanlah masalah yang pernah kita bayangkan sebelumnya.

Rumah tangga juga menjadi sarana belajar seumur hidup. Karena itu, kita pastinya ingin rumah tangga berjalan dengan lancar dan antidrama.

Menciptakan Rumah Tangga Antidrama

Menurut Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan dan Ida Nur Laila, seringkali pertengkaran terjadi antara suami dan istri karena kesalahpahaman dalam memaknai ekspresi sayang dan cinta.

Misalnya, suami istri bekerja dan ketika memiliki anak, sang suami mengatakan kepada istrinya untuk berhenti bekerja karena rasa sayangnya kepada istri agar tidak terlalu lelah.

Namun, istri seringkali salah paham bahwa dirinya dilarang untuk bekerja dan beraktivitas di luar rumah.

Begitu juga saat pertengkaran terjadi, suami pergi begitu saja. Rupanya, dalam sudut pandang suami, berdasarkan beberapa penelitian, laki-laki cenderung berpikir ‘hit or run’ ketika menghadapi masalah.

“Jadi sebenarnya dia pergi dalam rangka menyelamatkan istrinya dari perkataan tajam atau melukai fisik, dia butuh menenangkan diri. Ini yang kadang disalahpahami oleh istri,” ujar Ida Nur Laila dalam Kulwaf Salman, Kamis (9/9).

Ida menambahkan, dalam menghadapi perselisihan rumah tangga, lihat kembali visi rumah tangga.

“Selama visinya jelas, masing-masing tahu jalan menuju surga, mereka akan tahan menjalani ujian itu dan husnuzhan. Tidak ada ujian yang bisa melukai mereka,” tambah Ida.

Kunci Kelanggengan Rumah Tangga

Cahyadi Takariawan atau akrab disapa Pak Cah memberikan tiga kunci kelanggengan rumah tangga sehingga dapat menciptakan rumah tangga antidrama.

“Ketiga kunci tersebut yaitu keimanan, keshalihan, dan kesabaran. Menikah itu bukan suatu peristiwa yang berada dalam ruang hampa, segala sesuatu membutuhkan pondasi, termasuk dalam membina rumah tangga. Dan pondasi kita adalah iman dan takwa sebagai dasar pijakan. Menikah itu menguatkan iman dan takwa,” jelas Pak Cah.

Ida menyebut, 85 persen isi rumah tangga adalah kesabaran. Maka kesabaran dalam menghadapi setiap permasalahan dalam rumah tangga juga dalam rangka mencari ridho Allah.

“Kalau mereka mencari ridho Allah, mereka pasti bahagia. Namun, banyak pasangan yang terjebak karena mereka menikah mencari kebahagiaan dalam rumah tangga. Saat tidak bahagia, mereka merasa tidak tercapai tujuannya, maka mereka bercerai,” ungkap Ida.

Pak Cah dan Bu Ida mengingatkan pentingnya visi dan orientasi pernikahan. Sebelum membangun rumah tangga, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh setiap calon pengantin.

Pertama, landasan keluarga adalah iman dan takwa. Lalu, motivasi mereka adalah ibadah, ikhlas, karena Allah. Kemudian, pegangan hidup mereka adalah syariat-Nya. Orientasi mereka adalah keberkahan dari Allah dan visi mereka adalah meraih surga bersama keluarga.

Rumah tangga yang mampu bertahan atau resilien adalah mereka yang dapat kembali ke kondisi semula ketika ada permasalahan yang menerpa.

“Bedanya keluarga sakinah dan tidak sakinah bukan pada masalahnya. Namun, yang membedakan adalah ketika keluarga sakinah itu mampu bersikap dengan tepat menghadapi persoalan rumah tangga dengan tepat,” papar Pak Cah.

Rumah tangga yang resilien akan mudah untuk segera kembali, melenting, punya resiliensi menuju kepada kondisi semula.

Resiliensi atau kelentingan yaitu secepat atau selambat apa seseorang dalam menghadapi ujian dan kembali ke level semula.

Seseorang yang kalau terluka hatinya dan lama untuk kembali lagi ke keadaan semula artinya ia tidak resilien. Begitu pula dalam berumah tangga.

Arahan untuk Suami Istri

Dalam Quran Surat An Nisa ayat 19, Allah Subhanahu wa taala memberikan 5 arahan untuk suami istri agar mencapai rumah tangga yang sakinah dan antidrama.

  1. Tidak saling memaksa
  2. Tidak saling menyusahkan
  3. Berinteraksi dengan jalan yang patut
  4. Bersabar atau toleran atas kekurangan pasangan
  5. Fokus kepada sisi kebaikan pasangan

Sahabat Muslim, semoga rumah tangga kita selalu dalam naungan Allah Subhanahu wa taala dan memiliki visi serta orientasi menuju syurga-Nya, bukan rumah tangga yang penuh drama.[chanelmuslim]

Tags: #Menciptakan Rumah Tangga Antidrama