Mahar Itu Berupa Harta, Bukan “Seperangkat Alat Sholat”

591 views

 

JAKARTA- Sering dijumpai dalam sebuah pernikahan, mempelai pria menyiapkan mahar berupa Al-Qur’an dan perlengkapan sholat. Apakah ini sesuai yang disyariatkan.

Hal ini pernah juga ditanyakan seorang jamaah dalam majlis kepada As-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baaz Radhiyallahu ‘anhu dan dikutip kembali pada Senin (28/12/2020) yakni:

“Apakah boleh jika saya meminta maharnya adalah Kitabullah Al-Quranul Karim, dan tujuannya adalah agar aku menjumpainya nanti di akhirat, karena dengan membacanya satu huruf dibalas dengan sepuluh kebaikan, yaitu aku ingin menabungnya di akhirat dan bukan di dunia, dan juga untuk mempermudah dan sederhana dalam maharku?

As-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz pun memberi jawaban sebagai berikut:

“Yang disyariatkan hendaknya mahar dalam bentuk harta”; sebagaimana firman Allah – Jalla wa Ala yakni :

“Jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya.”(Qs. An-Nisa: 24).

Dan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW) ketika datang seorang wanita yang ingin menghibahkan dirinya (untuk nabi) namun beliau tidak menerimanya, dan sebagian sahabatnya ingin menikahinya maka beliau bersabda:

“carilah (maharnya)! Sekalipun dengan cincin dari besi”.

Maka yang disyariatkan hendaknya di sana dalam bentuk harta sekalipun sedikit, dan jika suami tidak mampu dan tidak menemukan harta maka boleh menurut pendapat yang shahih untuk menikah dengan sesuatu dari ayat-ayat Al-Quran yang dia ajarkan kepada wanita tersebut, atau sesuatu dari surat-surat Al-Quran yang dia ajarkan kepada wanita tersebut.

Sehingga jadilah ayat-ayat tersebut dan surat-surat tersebut sebagai mahar baginya, dan tidak mengapa yang demikian, oleh karena ini menikahkan wanita yang telah menghibahkan dirinya dinikahkan dengan sebagian sahabatnya atas mahar mengajarkannya Al-Quran.

Ini semua tidak mengapa, akan tetapi jika memungkinkan untuk memberikannya harta, maka harta lebih didahulukan sekalipun sedikit, dan taklim (mengajarkan Al-Quran) setelah itu jika wanita itu ingin agar suaminya mengajarkannya maka dia mengajarinya apa yang dia bisa, ini termasuk bab (persoalan) mempergauli dengan baik dengan mengajarkannya dan membimbingnya.

Dan saling membantu bersama wanita tersebut di atas kebaikan maka ini perkara lain, Allah berfirman:

“dan pergaulilah mereka dengan baik.”(Qs. An-Nisa: 19)

“Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut.”(Qs. Al-Baqarah: 228)

Dan jika dia memperlakukan istrinya dengan perlakuan yang mengandung pembelajaran terhadap Al-Quran, mengajarkannya Sunnah, mengajarkannya hukum-hukum Allah, maka ini adalah kebaikan yang banyak, akan tetapi tidak cukup dengan ini saja dalam hal mahar kecuali jika diperlukan, dan jika tidak memiliki harta.[m.okzn]

Tags: #Bukan "Seperangkat Alat Sholat" #Mahar Itu Berupa Harta