KPK Sita Masjid di Lahan NA, Warga Arra: Rumah Ibadah Bukan Milik Pribadi

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) non aktif Nurdin Abdullah peduli dengan pembangunan sarana ibadah di berbagai wilayah Sulsel, termasuk di, Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Tompo Bulu, Kabupaten Maros.

Di sana, masjid yang pembangunannya diinisiasi oleh NA berdiri dengan desain interior serta eksterior modern. Namun kini penyelesaian pembangunan masjid tersebut harus terhenti.

Alasannya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan lahan dan bangunan dengan dugaan hasil tindak pidana. Terkait hal tersebut, sejumlah warga angkat bicara.

Kepala Dusun Arra, Desa Tompo Bulu, Daeng Rala menyebutkan, sepengetahuan dirinya belum pernah ada orang manapun yang memiliki sarana ibadah seperti masjid secara pribadi, sebab masjid sudah pasti dipakai salat berjamaah.

“Tidak ada orang yang bisa memiliki secara pribadi itu masjid, pasti akan dipakai dengan semua orang. Na’ musolah saja pasti sholat sama orang lain juga,” jelasnya saat ditemui di kediamannya, Sabtu 19 Juni 2021.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid, Suardi Daeng Nojeng mengaku, sangat senang dengan adanya bangunan rumah ibadah yang dibangun di desanya. Pasalnya masjid di desanya cukup berjauhan dengan masyarakat setempat.

“Kami di sini sangat bersyukur dengan adanya masjid itu. Masjid itu untuk masyarakat di sini iye. Kami mengenal beliau sebagai pemimpin yang peduli sekali dengan sarana ibadah,” kata Daeng Nojeng saat ditemui di kediamannya, Dusun Arra Desa Tompo Bulu Kecamatan Tompo Bulu Kabupaten Maros, Sabtu 19 Juni 2021.

Meskipun belum dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti pembesar suara atau sound sistem, karpet, alat pendingin dan beberapa fasilitas lainnya, namun sudah terpasang lampu dan gentong air untuk berwudhu.

“Jadi memang masjid itu untuk dipakai sembahyang semua orang. Kadang kalau ada orang yang lewat biasa dipakai untuk sholat. Walaupun belum selesai semua tapi kami tetap pakai untuk sholat iye. Tapi sekarang orang takut-takut salat di sana karena sudah ada papan nama dari KPK,” jelasnya.

Sementara, Bendahara Masjid, Aminuddin mengaku, di desa ini juga terdapat masjid lain, namun lokasinya jauh dari lokasi masjid ini, sekira dua kilometer. Sementara kepala keluarga di wilayah tersebut mencapai 250.

“Saya juga selaku warga masyarakat di sini sangat senang sekali. Karena di sini jauh sekali dari tempat masjid lainnya yang ada di kampung ini,” katanya.

Di lain waktu, dalam proses persidangan kasus dugaan suap proyek infrastruktur di Pengadilan Tipikor Makassar, salah satu saksi bernama Petrus pernah dimintai bantuan pembangunan masjid. Berdasarkan pengakuan Petrus, dana bantuan masjid tersebut dia langsung transfer ke rekening yayasan masjid, bukan ke rekening atas nama Nurdin Abdullah.(rul/fajar)

Tags: #KPK Sita Masjid di Lahan NA #Warga Arra: Rumah Ibadah Bukan Milik Pribadi