Kisah Zaid bin Tsabit, Juru Tulis Rasulullah yang Mampu Menghimpun Al-Qur’an

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul terakhir yang lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal atau bertepatan dengan 29 Agustus 580 Masehi di Makkah. Beliau merupakan seseorang yang buta huruf (tidak bisa membaca dan munulis). Sebagaimana dikatakan Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Ankabut ayat 48.

“Dan Engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu Kitab pun sebelum adanya Al-Qur’an dan Engkau tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (Engkau pernah membaca dan menulis), niscara ragu orang-orang yang mengingkarinya.” (QS. Al-Ankabut: 48).

Dalam berdakwah, Nabi Muhammad SAW tidak hanya menggunakan lisan saja, akan tetapi juga menggunakan tulisan atau surat menyurat. Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW mengirim surat kepada raja-raja di jazirah Arab tentang kesediaan mereka untuk memeluk Islam.

Diketahui, mereka yang pernah disurati Nabi Muhammad SAW, di antaranya Muqawqis (Raja Qibthi di Mesir), Heraclius (Kaisar Romawi Timur), Raja Najasyi (Penguasa Habasyah), Gassan Jabalah bin Aiham (Raja Thaif) dan raja-raja lainnya.

Kendati Rasulullah SAW tidak dapat membaca dan menulis, beliau mempunyai seorang sahabat bernama Zaid bin Tsabit yang menjadi juru tulis beliau.

Sosok Zaid bin Tsabit merupakan sahabat Nabi Muhammad yang cerdas, cakap dan menguasai berbagai bahasa. Lebih-lebih lagi, ia bahkan ditugaskani Nabi Muhammad SAW untuk menuliskan wahyu dari Allah SWT di pelepah kurma, kulit hewan dan benda-benda lainnya, di mana ketika Rasulullah SAW mendapat wahyu dari Allah SWT, beliau akan mendiktekan ke Zaid, kemudian Zaid menuliskannya.

Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW mendengar kabar bahwa ada seorang anak dari Bani Najjar (suku Yahudi) yang telah menghafal 17 Surah dalam Al-Qur’an. Begitu juga dengan Rasulullah SAW yang kagum atas itu, sehingga ia berniat untuk memahami cara berinteraksi dengan orang-orang Yahudi.

Baca Juga :   Waspadalah!, Ini Syirik yang Disebutkan Rasulullah

Karena hal tersebut, Zaid bin Tsabit pun akhirnya mendapat perintah dari Rasulullah SAW agar ia belajar bahasa Yahudi baik lisan maupun tulisan.

Rasulullah SAW lalu berkata, Wahai Zaid, pelajarilah untukku tulisan Yahudi karena demi Allah, aku tidak merasa aman terhadap suratku dari orang Yahudi.

Karena kondisi itulah, ketika Nabi Muhammad SAW hendak menulis surat kepada orang Yahudi, maka Zaid akan menuliskannya. Begitu sebaliknya, ketika orang Yahudi membalas surat tersebut, maka Zaid bin Tsabit akan menerjemahkan dan membacakanya kepada Rasulullah SAW.

Wallahu A’lam Bishawab.

 

sumber: https://bit.ly/3z4P1eF

Tags: #juru tulis #juru tulis Rasulullah #nabi muhammad #zaid bin tsabit