Kisah Yusuf Estes Jadi Mualaf Karena Makna Mengejutkan Surat Al-Ikhlas

Ayat-ayat dalam kitab suci Al-Quran kerap berisikan makna mendalam dengan lantunan yang begitu indah. Tak heran, salah satu suratnya mampu membuat seorang misionaris (pendakwah) kristen memilih menjadi mualaf. Seperti apa kisahnya?

Adalah sosok bernama Yusuf Estes yang kerap membagikan pesan-pesan indah akan agama kristen. Ia begitu bangga dengan agama yang dianutnya hingga berpikir untuk membuat banyak orang bisa turut mendapatkan pesan damai dari alkitab yang selalu dibawanya. “Setiap saya pergi saya selalu membawa alkitab dan salib,” ujarnya dalam kanal Youtube Hijrahfest Official.

“Hari-hari saya sebelum masuk islam diisi dengan dua hal bekerja keras untuk bisnis dan bekerja keras untuk memberitahu orang tentang Yesus,” imbuhnya. Yusuf juga termasuk sebagai umat kristen yang memandang buruk akan Islam.

Bahkan, ia sangat takut untuk bisa bertemu dan berbisnis dengan seorang muslim. “Dulu aku punya gambaran buruk soal Islam. Bahkan aku sangat takut bertemu dengan muslim,” terangnya. Suatu hari, Yusuf bertemu dengan pria muslim yang jauh dari pandangannya. Sosoknya sangat bijak dan selalu berkata baik hingga akhirnya Yusuf berniat untuk mengajak pria tersebut pindah keyakinan.

“Suatu hari saat saya mencoba mengubahnya, dia menanyakan soal alkitab. Kami (Yusuf, ayahnya, dan pendeta) memiliki alkitab yang berbeda. Lalu kita mulai membicarakan mana alkitab yang terbaik,” bebernya. Alih-alih menjelaskan agama kristen pada pria tersebut, Yusuf malah terpancing menanyakan soal Al Quran. Tak hanya itu, Yusuf mulai tertarik membicarakan soal Tuhan yang diyakini umat muslim.

Dari sini, penjelasan pria muslim itu membuat Yusuf tercengang. “Pria muslim duduk di sana dengan tenang. Jadi kami tanya ada berapa versi Alquran? Hanya satu dan itu masih arabic. Tidak ada kata yang hilang, tak ada halaman yang hilang, bahkan tidak ada titik yang hilang,” jelasnya.

“Ayo bicara soal Allah. Lalu dia bertanya soal trinitas. Lalu kita coba jelaskan bagaimana 3 jd 1. Namun itu tidak bertahan,” kata Yusuf. Yusuf beserta pendeta dan ayahnya bertanya akan Allah SWT yang kerap menjadi tujuan dari agama muslim. Sang pria muslim itu pun menjelaskannya melalui bacaan surat Al-Ikhlas. “Surah Al-Ikhlas. Membayangkan kandungan makna yang indah. Allah adalah ahad (tunggal). Esa, satu, tak ada sekutu. Dan Allah mengurus semuanya. Allah tidak punya ayah, ibu, paman, tak ada kerabat. Dan tidak seperti apapun. Allah adalah ahad. Mengejutkan,” terang Yusuf.

Di kesempatan berbeda, Yusuf juga menemukan satu kesalahan serius dari Alkitab yang membuatnya yakin untuk jadi mualaf. Yusuf menjelaskan kesalahan tersebut adalah di mana saat Tuhan Yesus tak pernah menyebutkan dirinya sebagai umat kristen.

“Sungguh telah ditemukan dalam alkitab, ia menyatakan, “Mereka tidak pernah disebut kristen”,” tegasnya.[viva]

Tags: #islam #kisah mualaf #mualaf #yusuf estes