Kisah Elisabeth Mantap Jadi Mualaf Setelah Mengetahui Makna Surah Al Ikhlas

Memutuskan untuk memeluk agama Islam memang tidak mudah. Kondisi inilah yang dialami oleh Elisabeth, seorang single parent yang mantap menjadi mualaf setelah memiliki banyak pertanyaan tentang Islam.

Dikutip dari unggahan video di kanal YouTube Kisah Para Mualaf, Jumat (1/10/2021), pada 8 tahun lalu tiba-tiba timbul pertanyaan tentang Islam. Elisabeth mempertanyakan siapa Tuhan umat Islam? Karena selama ini ia hanya sering mendengar Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam.

Karena yang saya dengar waktu itu Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad. Dulu anggapan saya Tuhannya orang Islam itu Nabi Muhammad,” ujar Elisabeth.

Suatu hari ia mendapat titipan membantu teman sekantornya untuk memberikan sebuah bingkisan ke acara pengajian Umi Pipik.

Saat sampai di tempat kajian, Elisabeth terkejut karena orang-orang yang ada di dalam kajian tersebut semuanya berjilbab syari. Sementara dirinya mengenakan pakaian mini.

Namun perlakuan yang diterima oleh Elisabeth sangat berbeda dari ekspektasinya. Elisabeth dijamu dengan baik, meskipun pakaian cenderung pendek, tidak ada diskriminasi atau gunjingan dari peserta kajian Umi Pipik itu.

Waktu itu ngerasa hangat di pengajian Umi Pipik. Saya merasa diterima. Mereka penuh senyum. Malah saya diajak foto bareng,” cerita Elisabeth.

Pertanyaan seputar Islam makin memberikan penasaran di dalam dirinya. Namun saat itu Elisabeth enggan bertanya, karena malu dan gengsi sebab ia merupakan non-Muslim yang cukup taat kala itu.

Kemudian suatu hari Elisabeth bertemu dengan sahabat lamanya yang merupakan seorang Muslim. Akhirnya ia bertanya kepada sahabatnya itu tentang Islam dan mempertegas siapa Tuhannya? Apakah benar Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang selalu ia dengar?

Siapa Tuhannya?” tanya Elisabeth.

Sahabatnya itu langsung menjelaskan bahwa hanya Allah Subhanahu wa ta’ala Tuhan satu-satunya umat Islam. Sementara Muhammad adalah seorang Nabi yang diutus oleh Allah Ta’ala untuk menunjukkan jalan kebenaran.

Sahabatnya itu makin mempertegas dan menunjukkan arti dari Surah Al Ikhlas Ayat 3:

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.” (QS Al Ikhlas: 3)

Mendengar hal itu, Elisabeth makin bergetar hatinya. Kemudian tidak lama setelah itu ia coba mencari seseorang untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan mantap menjadi seorang mualaf.[mokzn]

Tags: #makna surat Al Ikhlas #mualaf #surat al ikhlas