Kisah Alya Lawindo, Guru Ngaji dan Budaya Minang untuk Anak-Anak di Amerika

Alya Sarah Lawindo, muslimah cantik berdarah Indonesia ini terinspirasi dari ibunya untuk mengajar mengaji di kalangan komunitas muslim di Amerika serikat. Setiap pekan Alya mengajar mengaji untuk anak-anak tingkat SD di AS lewat IMAAM Madrasah Sunday School.

Hal ini mulai dilakukan ketika Alya Lawindo sudah menginjak usia remaja. Ia pun bertekad melanjutkan perjuangan ibunya sebagai guru mengaji.

“Pas Alya sudah remaja, Alya sudah mikir-mikir mungkin sudah waktunya buat membalas mengajar anak-anak, apalagi di komunitas muslim di AS,” kata Alya, seperti dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (21/7/21).

Menjadi guru mengaji, Alya tidak mengharapkan imbalan apa pun. Melihat anak-anak didiknya dapat mengaji dengan baik, ia sudah meras sangat senang.

Selain mengajar mengaji, Alya juga mengenalkan budaya Minang. Keluarga Alya sendiri merupakan asli dari Minang, Sumatera Barat. Ia dan keluarganya mengikuti berbagai festival, bahkan mengisi acara di KBRI Washington DC.

“Kami mengikuti bermacam-macam festival, di antaranya Richmond Folklive Festival, Smithsonian Folklive Festival, The Kennedy Center. Di samping itu, kami sering mengisi acara budaya di KBRI Washington DC,” tuturnya.

Selain mengajar ngaji dan mengenalkan ada budaya Minang, Alya juga merupakan mahasiswi S-1 Hubungan Internasional di American University, Washington DC.

Sementara ayah Alya, Muhammad Afdal, mengatakan sejak kecil putrinya tersebut sudah terlihat bakat seni dan keingintahuannya terhadap berbagai macam budaya.

“Alya dari kecil itu menunjukkan minat yang besar belajar budaya, dan sepertinya dia juga punya bakat dalam seni,” katanya.[mokzn]

Tags: #Guru Ngaji dan Budaya Minang untuk Anak-Anak di Amerika #Kisah Alya Lawindo