Kagum Adab Kencing dalam Islam, Pria Bule Ini jadi Mualaf

273 views

Pria asal Amerika Serikat, Abdur-Rahheem McCarthy mengakui menjadi mualaf karena kagum dengan adab umat Islam saat buang air kecil alias kencing. Abdur-Rahheem sebelumnya merupakan seorang beragama Kristen dengan nama Steven.

Pada suatu ketika, Abdur-Rahheem sengaja membaca buku tentang Islam dengan judul ‘Agama Kebenaran’. Dia menghabiskan beberapa waktunya untuk fokus membaca buku 80 hingga 90 halaman itu. Dia bilang ada 4 hal yang dia kagumi dalam buku itu tentang Islam.
‘”Yang pertama tentang Monotheisme dalam Islam. Tauhid: La Ilaha Illallah,” ujarnya dikutip kanal YouTube Ape Astronaut, Rabu (20/10/2021).

Dia menilai, ajaran Islam tentang konsep ketuhanan sangat jelas. Berbeda dengan ajaran agamanya yang dahulu yang mengajarkan konsep Trinitas. 3 dalam 1. Dia menilai, konsep itu sangat susah dipahami.

Karena kami tumbuh sebagai umat Kriten katolik, di mana kami mengimani Trinitas. Kami meyakini Tuhan itu 3 dalam satu, yang sedari dulu sangat sulit untuk dipahami. Bahkan saat kami tanya ke Pendeta pertanyaan umum itu, mereka pun tidak bisa jelaskan dengan baik. Dan sering kali mereka berkata: Terkadang Anda hanya harus mempercayainya,” kata Abdur-Rahheem.

Dia mengatakan, di agamanya yang sebelumnya, konsep ketuhanan tidak dijelaskan jelas. Mereka hanya dianjurkan untuk mengimani. Hal ini berbeda dengan Islam, yang jelas konsep ketuhanannya.

Dalam Islam ada pesan yang sangat jelas siapa itu Allah, siapa itu Tuhan: Tiada Tuhan selain Allah, yang maha kuasa. Pesan yang sangat jelas. Jadi inti dari sebuah keimanan tidak jelas, itu merupakan sebuah masalah,” katanya.

Dia juga mengatakan, dalam Islam, berdoa tidak butuh perantara. Umat Islam berdoa langsung kepada Allah. Berbeda dengan agamanya yang sebelumnya.

Dalam Islam Anda tak butuh itu, Anda memohon ampunan langsung kepada Tuhan,” ujarnya.

Berikutnya, Abdur-Rahheem mengaku kagum dengan cara umat Islam yang menutup diri saat buang air kecil. Dia mengakui, cara muslim buang air kecil, persisi seperti apa yang dia lakukan sejak dahulu. Tertutup.

Dia mengatakan, fenomena toilet berdiri saat ini di negara-negara barat, para pria sering kali kencing berdiri sambil berbincang dan tidak menutup diri.

Jika anda tahu dalam budaya barat, sayangnya juga di banyaknya negara muslim saat ini. Anda melihat Toilet berdiri berdampingan. Para pria lalu kencing sambil berdiri. Mereka ngobrol seperti: ‘cuaca agak panas hari ini,’ yang lain lagi bilang: ‘kau lihat pertandingan semalam?” katanya.

Dia akui, salah sejak dahulu tidak menyukai kencing sambil berdiri apalagi berbincang dengan orang lain di sampingnya. Sehingga ketika mengetahui adab muslim saat kencing, Abdur-Rahheem akui kagum karena itu sesuai dengan kebiasaannya.

Aku diajarkan bahwa itu momen pribadi untuk fokus. Bukan waktu untuk bersosialisasi. Jadi aku tidak pernah merasa nyaman di sana, Selalu terasa aneh bagiku. Lalu saat ku tahu muslim menutup diri mereka, aku berkata: woow! itu sangat menarik.” Katanya.

Dia bilang, padahal adab kencing duduk jauh lebih muda. Dan juga bisa menghindari pakaian terkena najis air kencing.

Dalam buku itu dijelaskan muslim kencing sambil duduk untuk hindari pakaian terkena najis (air kencing). Jadi mereka bisa melaksanakan salat dalam keadaan suci. Aku bilang: wow itu juga masukn akal, itu yang ku lakukan sejak dulu, aku kencing sambil duduk, karena terasa lebih nyaman dan alami,” tuturnya.[fajar]

Tags: #adab kencing #bule #islam #mualaf #muslim #tauhid