Jadi Mualaf, Mantan Ketua Geng Motor Terbesar Ini Fokus Dakwah Islam

Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar sosok ketua geng motor? Mungkin akan terbayang sosok yang garang, menakutkan, dan hobi berkelahi. Citra tersebut cocok dengan sosok Vince Focarelli yang memiliki postur tinggi besar dan tato di beberapa bagian tubuh. Tidak main-main, ia merupakan mantan ketua Comanchero, sebuah geng motor terbesar di Australia.

Namun, itu adalah masa lalu. Kini Vince Focarelli telah menjadi seorang Muslim taat dan dermawan yang kerap berdakwah tentang Islam melalui cara-cara yang kekinian. Lantas seperti apa kisahnya hingga bisa menjadi seorang mualaf?

Menjadi seorang pimpinan tertinggi geng motor membuat kehidupan Vince Focarelli identik dengan kekerasan dan tindak kriminal. Ia mengaku kerap beberapa kali terlibat perkelahian, bahkan menghadapi ancaman pembunuhan.

Perkelahian dengan geng saingan hanyalah hari biasa di kantor saat itu. Anggota geng yang saling berhadapan hanyalah bagian dari kehidupan itu,” kata Vine, seperti dikutip dari kanal YouTube Penduduk Langit, Jumat (8/10/2021).

Dalam sebuah insiden yang terjadi pada 2012, Vince berhasil selamat dari sebuah penembakan. Meski begitu, ia harus kehilangan sosok anak tiri yang sangat dicintainya meninggal akibat kasus tersebut.

Tidak hanya itu, Vince sempat mendekam di penjara selama 14 bulan akibat kasus kepemilikan senjata api ilegal dan obat-obatan terlarang.

Puncaknya, Pemerintah Australia memutuskan mendeportasi Vince ke negara asalnya yakni Italia akibat sejumlah tindak kriminal yang pernah dilakukannya. Vince pun kembali ke Italia, namun beberapa saat kemudian memutuskan bertolak ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk memulai hidup baru.

Vince memutuskan pindah ke Malaysia pada 2017. Saat itu istri dan putrinya masih di Australia. Pria tinggi besar itu tinggal bersama sang ibu yang mengidap kanker dan memutuskan menyusul Vince agar bisa dekat dengan putranya.

Keputusan pindah ke Negeri Jiran seakan membuka lembaran baru dalam hidup Vince Focarelli. Ia perlahan-lahan mulai mengenal Islam hingga akhirnya memutuskan menjadi mualaf.

Setelah menjadi seorang Muslim, Vince pun memutuskan mengganti namanya menjadi Imran Abdul Salam.

Perubahan drastis terjadi pada seorang Vince Focarelli. Islam mengubah sosoknya yang kejam menjadi lemah lembut. Ia kini dikenal sebagai seorang Muslim dermawan.

Vince mendirikan restoran halal La Fig Cucina di Carrington Street, Adelaide, Australia; dan kerap membagikan makanan gratis kepada kalangan kurang mampu.

Pria berusia 43 tahun ini juga menjadi seorang pendakwah. Ia kerap membagikan kisah hidupnya yang bagaikan roller coaster tersebut untuk menginspirasi orang lain serta menyebarkan ajaran Islam.

Terbaru, Vince juga didapuk sebagai duta untuk sebuah produk keuangan syariah yang keuntungannya sebagian akan disalurkan untuk pendanaan kegiatan kaum Muslimin.[mokzn]

Tags: #australia #Dakwah Islam #Geng motor #kisah mualaf #mualaf #Vince Focarelli