Hukum Obat Oles Untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

182 views

Pertanyaan:

Assalamualaikum..ustad berdasarkan syariat bolehkah kita memakai obat minyak oles supaya tidak ejakulasi dini pada ketika berhubungan bersama isteri? harap petunjuk serta nasihatnya.syukron

Jawaban:

Wa alaikumus salam Wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Allah memerintahkan terhadap para suami untuk bersikap sebaik mungkin terhadap istrinya (husnul mu’asyarah), Allah berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

Bersikaplah yang baik kepada istri-isteri kalian. Apabila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. an-Nisa: 19).

Bila kita perhatikan, berbagai ayat serta hadist yg berbicara tentang problem keluarga, kita dapat menyimpulkan bahwa syariat sangat menganjurkan terwujudnya keluarga sakinah. Karna lahirnya umat yg baik, berawal dari keluarga yg baik. Allah perintahkan kalian isteri untuk taat serta berkhidmat terhadap suami, sebaliknya, Allah perintahkan suami untuk memberikan husnul mu’asyarah (sikap terbaik bagi istrinya). Termasuk di dalamnya, memenuhi nafkah lahir batin semampunya.

Terdapat satu buah hadist dari Anas bin Malik secara marfu’,

إذا غشي الرجل أهله فليصدقها، فإن قضى حاجته ولم تقض حاجتها فلا يعجلها

Apabila suami menggauli istrinya, hendaknya dia membenarkan istrinya. Jika suami telah ‘keluar’ sementara istri belum ‘keluar’, maka janganlah suami terburu-buru. (HR. Abdurrazaq di dalam al-Mushannaf, no. 10468).

Hadist ini dinilai lemah, sebab sanadnya terputus lebih dari satu. Hadist ini diriwayatkan Abdurazaq dari Ibnu Juraij, dari Anas bin Malik. Sedangkan Abdurrazaq tak meriwayatkan dari Ibnu Juarij, serta Ibnu Juraij tidak meriwayatkan dari satupun sahabat.

Akan tetapi, hadist di atas, meski juga sangat dhaif (lemah), hanya saja maknanya sesuai dengan prinsip universal di dalam berumah tangga, memberikan hak yg sebanding terhadap isteri sebagaimana hak yg dimiliki suami.

Al-Mardawi mengutarakan,

ولا ينزع إذا فرغ قبلها حتى تفرغ، يعني أنه يستحب ذلك فلو خالف كره له

Suami enggak boleh langsung melepas setelah dia ejakulasi sebellum istrinya, sampai istrinya juga ejakulasi. Atrinya dianjurkan bagi suami untuk melakukannya (menunggu istri ‘keluar’). Jika suami sengaja tidak melakukannya, maka itu makruh. (al-Inshaf, 8/265)

Di dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, dijelaskan arti hadist dhaif ini,

فالمقصود أن على الرجل إعفاف زوجته والحرص على أن تستمتع بالجماع كما يستمتع هو به، ويتخذ الأسباب المؤدية إلى ذلك كأن يعرض نفسه على طبيب، أو يستعمل علاجاً ونحو ذلك

Maksudnya, bahwa seorang suami harus memenuhi kebutuhan biologis isteri dan mengupayakan agar isteri turut menikmati hubungan badan itu, sebagaimana dia menikmatinya. Ia dapat melakukan beberapa tindakan untuk mewujudkan hal itu, misalnya diperiksakan ke dokter ataupun menggunakan obat maupun semacamnya. (Fatawa Syabakah Islamiyah, 25893)

Berlandaskan pertimbangan di atas, Lembaga Fatwa Syabakah Islamiyah menganjurkan supaya suami yg mengalami ejakulasi dini untuk memakai obat ataupun cara lainnya di dalam rangka mengobati kekurangannya. Salah satu penanya mengutarakan, bolehkah memakai obat untuk mengatasi ejakulasi dini.

Jawab Lajnah,

فلا حرج في استعمال الدواء المذكور إذا كان – كما قال السائل- لا يترتب على استعماله ضرر ، ولم يكن في تركيبته شيء محرم؛ لأن سرعة القذف تعتبر مرضا يفوت حسن معاشرة الزوجة المأمور به شرعا، لذلك ينبغي علاجها والتداوي

Tidak masalah memakai obat tersebut, selagi tak ada efek samping yg membahayakan serta tak ada unsur yg haram. Sebab ejakulasi dini terhitung penyakit yg mengurangi kemampuan suami di dalam husnul mu’asyarah (sikap terbaik) terhadap istrinya, yg itu diperintahkan oleh syariat. Sebab itu, sebaiknya diobati serta disembuhkan. (Fatwa Syabakah Islamiyah, no. 183499).

Tags: #Hukum Obat Oles Untuk Mengatasi Ejakulasi Dini