Bolehkah Istri Cemburu Ketika Suami Mimpi Basah?

224 views

Pertanyaan:

Bismillah. Assalamualaikum Ustadz.
ana mau tanya, bagaimana seharusnya sikap seorang suami terhadap isteri yg cemburu saat suaminya mimpi basah(junub)?? Suami telah menjelaskan semampunya karena yg ngatur mimpi itu bukanlah manusia  melainkan Allah & sebelum tidurpun suami tidak ad memikirkan perempuan laen. Tetapi isteri enggan menerima penjelasan tersebut & tetap aj cemburu & marah. Harap penjelasannya berhubungan dengan mimpi serta nasehat bagi ana serta isteri ustadz.

Jawaban:

Wa ‘alaikumussalam

Bismillah wasshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Mimpi basah, sebagaimana namanya, terjadi pada luar kesadaran manusia. Serta ini bagian dari watak manusia. Hanya saja, besar kecil intensitasnya berbeda, terkait usia, makanan, status pernikahan, serta kondisi badan.

Di dalam sebuah penelitian dinyatakan, bahwa remaja abg dapat mengalami mimpi basah dua kali sepekan. Sementara orang tua yg usianya di atas 50 tahun, terkadang cuma bermimpi kurang lebih empat kali di dalam satu tahun. Begitu juga, pemuda yg belum menikah lebih sering mimpi basah dari pada pemuda yg telah menikah.

Realita ini menunjukkan bahwa bisa juga seorang lelaki yg telah menikah mengalami mimpi basah. Serta sekali lagi, ini bagian dari watak manusia.

Tak Ada Dosa Di dalam Tidur

Perbuatan apapun yg dikerjakan orang tidur, tak dinilai sebagai dosa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut, ‘pena catatan amal dicabut.’ Karena perbuatan orang yg tidur, statusnya sebanding dengan perbuatan yg dikerjakan tanpa sadar.

Dari A’isyah Radhiyallahu ‘anha, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثٍ عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ وَعَنِ الْمَجْنُونِ حَتَّى يَعْقِلَ

Pena catatan amal diangkat dari tiga orang: Orang yg tidur sampai dirinya bangun, anak kecil sampai ia baligh, serta orang gila sampai dirinya sadar. (HR. Ahmad 25431, Nasai 3432, serta yg lainnya).

Di dalam Fatwa Islam dijelaskan hadist di atas,

والنائم لا يعقل مما يفعل شيئاً فهو ممن رفع القلم عنه ، والحلم يقع من النائم فالحلم مما يعفى عنه

Orang yg tidur kondisinya tak sadar terhadap apapun yg ia lakukan. sampai-sampai dirinya termasuk orang yg diangkat darinya pena catatan amal. Karna mimpi basah itu terjadi pada orang yg tidur, maka mimpi basah termasuk perbuatan yg dimaafkan.

Diantara dalil bahwa mimpi basah tak berdosa, Allah ta’ala menciptakan mimpi basah sebagai tanda baligh. Allah berfirman, menjelaskan adab saat seseorang masuk ke kamar orang tuanya,

وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا

Apabila anak kecil diantara kalian telah mengalami mimpi basah, hendaknya ia minta ijin…(QS. An-Nur: 59).

Andai mimpi basah itu sesuatu yg terlarang, tentu Allah tak akan menjadikannya tanda baligh yg itu pasti dialami setiap insan. Sehingga ada perbuatan insan yg dilakukan tanpa sadar serta sesuatu keniscayaan, tapi dirinya mendapatkan dosa atas perbuatan itu. Dan ini tak mungkin.

Kedepankan Husnudzan

Pada sebagian keluarga, masalah semacam ini terkadang menjadi sumber persoalan di tengah keluarga. Sehingga yg terjadi, saling menyalahkan. Ada sebagian isteri yg merasa bersalah tatkala suaminya mimpi basah. Ia menganggap dirinya tidak dapat membahagiakan suaminya, sehingga suami wajib mengeluarkan mani melalui mimpi basah.

Sebaliknya ada sebagian isteri yg menuduh suami dengan tuduhan yg sama sekali tak pernah dilakukannya. Sehingga isteri menyalahkan yg tak bersalah. Oleh sebab itu, apapun mimpi yg dialami suami atau isteri, jangan jadikan itu sebagai sumber petaka bagi keluarga.

Semoga Allah memberikan keberkahan bagi keluarga kaum muslimin.

Allahu a’lam.

Tags: #Bolehkah Istri Cemburu Ketika Suami Mimpi Basah?