Berdosakah Mengungkapkan Hal-Hal Buruk Di Dalam Hati ?

201 views

Bisikan setan sering kali melanda seluruh umat manusia. Godaan dalam hati seakan-akan mengajak mengucapkan kalimat kekufuran atau buruk. Bahkan di saat berlangsungnya sholat, iblis menggoda dengan berbagai caranya untuk menggoyahkan iman.

Iblis sendiri ketika diusir oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, dia bersumpah akan menggoda manusia. Iblis mengatakan: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS Al A’raf: 16–17)

Lalu, apakah dosa jika mengungkapkan hal-hal buruk dalam hati?

Tentunya semua pasti tahu tentang baik atau buruknya tergantung hati dan pikiran. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Kebaikan adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa adalah apa yang meresahkan jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia.” (HR Muslim).

Hal-hal yang terlintas dalam hati yang terdapat unsur keburukan tanpa adanya kesengajaan itu merupakan ajakan setan. Sebab setan selalu mengajak manusia ke jalan yang tidak benar seperti keji dan mungkar.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

یٰۤاَیُّہَا الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَتَّبِعُوۡا خُطُوٰتِ الشَّیۡطٰنِ ؕ وَ مَنۡ یَّتَّبِعۡ خُطُوٰتِ الشَّیۡطٰنِ فَاِنَّہٗ یَاۡمُرُ بِالۡفَحۡشَآءِ وَ الۡمُنۡکَرِ ؕ وَ لَوۡ لَا فَضۡلُ اللّٰہِ عَلَیۡکُمۡ وَ رَحۡمَتُہٗ مَا زَکٰی مِنۡکُمۡ مِّنۡ اَحَدٍ اَبَدًا ۙ وَّ لٰکِنَّ اللّٰہَ یُزَکِّیۡ مَنۡ یَّشَآءُ ؕ وَ اللّٰہُ سَمِیۡعٌ عَلِیۡمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS An Nur: 21)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa apa yang datang dalam hati manusia itu hanya akal bulus setan, maka dari itu jangan sekali kamu mengikuti langkah atau jejak yang menjerumus keburukan. Namun, terdapat hadis yang menyatakan bahwa bisikan dari hati termasuk dari keimanan yang nyata.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ جَاءَ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلُوهُ إِنَّا نَجِدُ فِى أَنْفُسِنَا مَا يَتَعَاظَمُ أَحَدُنَا أَنْ يَتَكَلَّمَ بِهِ. قَالَ « وَقَدْ وَجَدْتُمُوهُ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « ذَاكَ صَرِيحُ الإِيمَانِ

Artinya: “Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata: ‘Beberapa orang sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam datang kepada Nabi lalu bertanya: Sesungguhnya kami merasakan sesuatu dalam hati kami yang masing-masing kami menganggap (dosanya) besar bila diucapkan.’ Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bertanya: ‘Apakah kalian merasakannya?’ Mereka menjawab: ‘Ya.’ Beliau bersabda: ‘Itulah keimanan yang nyata’.” (HR Muslim)

Dikutip dari akun Youtube Ustadz Abdul Somad Official, Senin (31/8/2020), ada seseorang menanyakan prihal jika berkata buruk di dalam hati, tidak diucapkan, apakah tetap dihisab?”

“Jadi kalau hanya terlintas sekali, tidak dihitung, selama tak dicakapkan. Makanya kalau terlintas sekali, astaghfirullah,” jawab Ustadz Abdul Somad.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta’ala dan dijauhkan dari perbuatan buruk setan.

Wallahu a’lam bishawab.[mokzn]

Tags: #Berdosakah Mengungkapkan Hal-Hal Buruk Di Dalam Hati ?