AY Nasution Ambil Patung di Museum Kostrad Karena Takut Dosa, Ini Dalilnya Dalam Islam

Patung tokoh negara di Museum Darma Bhakti Kostrad dipermasalahkan oleh eks Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Ada tiga patung hilang yakni patung Presiden Kedua RI Soeharto, patung Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo, dan Jenderal AH Nasution. Gatot Nurmantyo menuding, raibnya patung itu karena TNI telah disusupi komunis atau PKI.

Tuduhan itu kemudian dibantah Letjen Dudung Abdurrachman selaku Pangkostrad. Dudung mengatakan bahwa Azmyn Yusri Nasution sebagai orang yang memprakarsai patung itu, kini diambil kembali. Alasannya, AY Nasution takut akan dosa membuat patung.

Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” kata Letjen Dudung.

Lantas bagaimana dalam Islam membahas hukum membuat patung? Ustad Muhammad Abduh Tuasikal memberikan penjelasan terkait hal ini seperti dikutip dari situs rumaysho.

Dia menjelaskan, dalam pandangan mayoritas kalangan ulama dari madzhab Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hambali berpendapat haram membuat patung dan gambar makhluk bernyawa.

Kalangan ulama mayoriyas yang memberi fatwa haram, berlandaskan pada dalil berikut:

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ سَفَرٍ وَقَدْ سَتَرْتُ بِقِرَامٍ لِى عَلَى سَهْوَةٍ لِى فِيهَا تَمَاثِيلُ ، فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – هَتَكَهُ وَقَالَ « أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُضَاهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ » . قَالَتْ فَجَعَلْنَاهُ وِسَادَةً أَوْ وِسَادَتَيْنِ

Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dari suatu safar dan aku ketika itu menutupi diri dengan kain tipis milikku di atas lubang angin pada tembok lalu di kain tersebut terdapat gambar-gambar. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat hal itu, beliau merobeknya dan bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah mereka yang membuat sesuatu yang menandingi ciptaan Allah.” ‘Aisyah mengatakan, “Akhirnya kami menjadikan kain tersebut menjadi satu atau dua bantal.” (HR. Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 2107).

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُعَذَّبُونَ ، فَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

Sesungguhnya pembuat gambar ini akan disiksa pada hari kiamat. Dikatakan pada mereka, “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan (buat).” (HR. Bukhari no. 2105 dan Muslim no. 2107)

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

Sesungguhnya orang yang peling berat siksanya di sisi Allah pada hari kiamat adalah al mushowwirun (pembuat gambar).” (HR. Bukhari no. 5950 dan Muslim no. 2109).

Alasan diharamkannya membuat gambar dan patung:

  1. Menandingi Allah dalam mencipta.
  2. Dapat menjadi perantara untuk berlebih-lebihan terhadap selain Allah dengan mengagungkannya lebih-lebih patungnya adalah patung orang sholih.
  3. Menyerupai orang musyrik dalam membuat patung walau patung tersebut tidak disembah. Jika sampai disembah, maka lebih jelas lagi terlarangnya.

Yang termasuk dalam larangan adalah untuk patung yang memiliki ruh yaitu manusia dan hewan, tidak pada tumbuhan.[fin]

Tags: #dalil #dosa #islam #museum kostrad #museumkostrad #patung