Al Chaidar: Farid Okbah Lulusan Mesir, Berlebihan Ketua Anshor Ragukan Keulamaannya

Pernyataan Ketua GP Anshor Luqman Hakim yang mempertanyakan kualifikasi ulama dari tiga orang terduga teroris yakni Farid Okbah, Zain An-Najah dan Anung Al-Hamat, dinilai terlalu berlebihan dan arogan.

Terlebih, Jama’ah Islamiyah (JI) yang merupakan afiliasi organisasi ketiga orang yang dibekuk Densus 88 Antiteror itu sejak 2007 sudah tidak lagi bergerak dalam operasi terorisme.

Demikian disampaikan pengamat terorisme Al Chaidar saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin siang (22/11).

“Iya (berlebihan dan arogan). Jelas mereka itu ulama,” kata Chaidar.

Chaidar menuturkan, Farid Okbah adalah lulusan Master di Universitas Al Azhar Mesir, bersama para mahasiswa dari Nahdlatul Ulama (NU) yang belajar di sana.

Ditambahkan Chaidar, Gus Ghofur Maimoen (Dr. K.H. Abdul Ghofur, MA.) salah seorang putra Mbah KH Maimoen Zubair, yang juga lulusan S3 Al Azhar, pernah menyatakan bahwa ada beberapa doktor jebolan Universitas Al-Azhar menarik perhatiannya karena keilmuan dan perannya di tengah-tengah umat.

Mereka antara lain Prof. Qurash Shihab, Surahman Hidayat, Nursamad Kamba, Zainuddin Tambuala, TGB Zainul Majdi, Muchlis Hanafi, Ahmad Zain An Najah.

“Tentang beliau, Gus Ghofur menulis: Ia adalah alumni Pesantren Al-Mukmin Ngruki Solo yang didirikan oleh diantaranya Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir. S1-nya ia selesaikan di Madinah. Di sini ia belajar di antaranya kepada Syekh Utsaimin, pimpinan Wahhabi. Di Mesir, ia aktif di DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia) sebagai ketua. Santri-santri Ngruki di Mesir dikenal dengan kritiknya yang tajam terhadap sistem pemilu, termasuk yang dianut Indonesia,” demikian Chaidar.[sumber]

Tags: #AL CHAIDAR #gp anshor #luqman hakim