9 Tanda Hari Kiamat Makin Dekat, Nomor 6 Baru Saja Dialami

241 views

Hari kiamat merupakan salah satu yang dijelaskan dalam rukun iman umat Islam. Setiap Muslim pun wajib mengimaninya. Pada hari tersebut, umat manusia akan dibangkitkan lagi, dikumpulkan di Padang Mahsyar, kemudian segala amal perbuatan dihisab.

Namun datangnya kiamat kecil (sugra) dan kiamat besar (subro) sudah diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, meski tidak tahu kapan datangnya hari akhir tersebut.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surah Al A’raf:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ

Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia’.” (QS Al A’raf Ayat 187)

Sekretaris Dewan Keluarga Masjid (DKM) Masjid El Syifa Ciganjur Ustadz Hadi Saifullah mengatakan ada banyak hadis yang meriwayatkan tanda-tanda kiamat sugra maupun subro. Semua tanda itu akan muncul ketika kiamat benar-benar datang.

“Ada banyak hadis yang berbicara tanda-tanda kiamat dan tanda-tanda itu sudah banyak yang tampak, seperti hamba yang melahirkan anak tuannya, orang miskin berlomba membuat bangunan yang menjulang tinggi diriwayatkan oleh Muslim,” paparnya saat dihubungi MNC Portal beberapa waktu lalu.

Kemudian dalam hadis lainnya yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab sahihnya berikut ini:

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Artinya: “Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dabbah), terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga gerhana: gerhana di timur, gerhana di barat, dan gerhana di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka.”

Sementara Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin menuturkan tanda-tanda kiamat makin dekat diungkapkan dalam beberapa hadis, di antara kiamat itu tidak akan datang hingga:

1. Munculnya berbagai macam fitnah di dunia.

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِـي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، اَلْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْقَائِِمُ خَيْـرٌ مِنَ الْمَاشِي، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي، فَكَسِّرُوا قِسِيَّكُمْ وَقَطِّعُوا أَوْتَارَكُمْ وَاضْرِبُوا بِسُيُوفِكُمُ الْحِجَارَةَ، فَإِنْ دُخِلَ عَلَى أَحَدِكُمْ فَلْيَكُنْ كَخَيْرِ ابْنَيْ آدَمَ.

Artinya: “Sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat akan muncul banyak fitnah besar bagaikan malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir di sore hari, di sore hari seseorang dalam keadaan beriman, dan menjadi kafir pada pagi hari. Orang yang duduk saat itu lebih baik daripada orang yang berdiri, orang yang berdiri saat itu lebih baik daripada orang yang berjalan dan orang yang berjalan saat itu lebih baik daripada orang yang berlari. Maka patahkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian dan pukulkanlah pedang-pedang kalian ke batu. Jika salah seorang dari kalian dimasukinya (fitnah), maka jadilah seperti salah seorang anak Adam yang paling baik (Habil).” (HR Imam Ahmad)

2. Diangkatnya Ilmu dengan banyaknya ulama yang wafat, perginya orang alim dari dunia dan kebodohan di mana-mana.

3. Maraknya perzinaan di mana-mana.

4. Maraknya pembunuhan.

5. Waktu kian terasa cepat berputar.

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَيَكُونَ الشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ السَّعَفَةِ.

Artinya: “Tidak akan tiba hari kiamat hingga zaman berdekatan, setahun bagaikan sebulan, sebulan bagaikan sepekan, sepekan bagaikan sehari, sehari bagaikan sejam, dan sejam bagaikan terbakarnya pelepah pohon kurma.” (HR Ahmad)

6. Fenomena banyaknya peristiwa gempa bumi.

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ

Artinya: “Tidak akan tiba hari kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.” (HR Bukhari)

7. Mengeringnya Sungai Eufrat.

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَحْسِرَ الْفُرَاتُ عَنْ جَبَلٍ مِنْ ذَهَبٍ، يَقْتَتِلُ النَّاسُ عَلَيْهِ، فَيُقْتَلُ مِنْ كُلِّ مِائَةٍ، تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ، وَيَقُولُ كُلُّ رَجُلٍ مِنْهُمْ: لَعَلِّي أَكُونُ أَنَا الَّذِي أَنْجُو

Artinya: “Kiamat tidak akan terjadi sampai Al Eufrat mengering sehingga muncullah gunung emas. Manusia pun saling bunuh untuk memperebutkannya. Dari setiap 100 orang (yang memperebutkannya), terbunuhlah 99 orang. Setiap orang dari mereka mengatakan, ‘Mudah-mudahan akulah orang yang selamat’.” (HR Muslim)

8. Datangnya 10 peristiwa besar, dimulainya kiamat.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Artinya: “Dari Hudzaifah bin Asid Al Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Ia bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab, ‘Kami membicarakan kiamat.’ Ia bersabda, ‘Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya.’ Rasulullah menyebut kabut, Dajjal, binatang (ad-dabbah).”

9. Munculnya dukhan atau kabut tebal.

“Sesungguhnya kiamat itu adalah peristiwa yang haq, dan wajib kita imani, wajib kita yakini, bahwa memang kehidupan di dunia ini berakhir dengan kiamat. Sebagai bagian dari keimanan, kiamat adalah peristiwa yang pasti dan penuh pelajaran yang berharga, sebuah alarm dan pengingat diri bahwa kita hidup di dunia sementara, sebab duniapun juga fana’ ( akan rusak) dan musnah pada akhirnya,” tutur Ustadz Ainul Yaqin.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

Artinya: “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.”(QS Al Ahzaab: 63)

“Kiamat adalah perkara ghaib yang menjadi preogratif Allah Subhanahu wa ta’ala dalam menentukan kapan dunia akan berakhir, tidak berlaku prediksi, ramalan, apalagi ilmu cocok-cocokan, semuanya bergantung dalam kekuasaan dan keagungan pemilik semesta raya, Allah Al-Akbar,” katanya.

قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: “Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (QS Al A’raaf: 187)

Ustadz Ainul Yaqin menerangkan, sebagai seorang hamba Allah Subhanahu wa ta’ala, harusnya lebih baik dan utama mempersiapkan amal ibadah, memperbaiki diri, menyiapkan segala bentuk ibadah ketaatan kepada Allah Ta’ala, daripada sibuk mengurusi perkara kiamat, membahas hingga melupakan kewajiban terpenting sebagai seorang Muslim.

Ia melanjutkan, kiamat adalah perkara yang wajib diimani, wajib dipercayai, wajib dijadikan bagian dari keimanan dalam Qodho’ dan Qodhar Allah Subhanahu wa ta’ala akan kehidupan dunia dan isinya.

“Namun lebih bijak dan lebih utama, harusnya fokus seorang Muslim adalah mempersiapkan diri, apakah sudah cukup bekal kita kembali ke Allah Subhanahu wa ta’ala, apakah sudah pantas jiwa kita mendapatkan ridho-Nya. Kiamat pasti akan datang, sebab itu adalah janji Allah, dan janji Allah pasti tepat,” papar Ustadz Ainul Yaqin.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tanda-tanda kiamat adalah sebuah ruang instrospeksi diri dari hamba Allah Subhanahu wa ta’ala, yakni untuk berhati-hati, kontrol diri, serta menandaskan suatu peringatan besar bahwa jangan terlena di dunia, jangan terlalu terbuai dengan kefanaan dunia.

“Apalagi terlena hingga lupa tujuan utama kita tercipta sebagai seorang hamba Allah, yakni mencapai ridho Allah Subhanahu wa ta’ala,” terangnya.

Ustadz Ainul Yaqin memaparkan, tidak ada yang bisa memprediksi ataupun meramalkan kapan kiamat datang. Namun berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, umat manusia diajak waspada sekaligus menjadikan peringatan diri agar lebih dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Kiamat pasti datang, tandanya mungkin sudah ada dan terlihat, namun perkara kapan, sekali lagi ini adalah hak tertinggi Allah Subhanahu wa ta’ala dalam memutuskan kapan kiamat diputuskan,” ujarnya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang Kiamat, ‘Kapankah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (QS Al A’raaf: 187)

Wallahu a’lam bishawab.

 

sumber: https://muslim.okezone.com/read/2021/12/15/330/2517237/9-tanda-hari-kiamat-makin-dekat-nomor-6-baru-saja-dialami?page=1

Tags: #hari kiamat #kiamat #tanda-tanda hari kiamat