5 Perkataan Umar bin Khattab Yang Jadi Sebab Turunnya Ayat Alquran

Umat Islam tentu tidak asing dengan nama Umar bin Khattab. Ia merupakan salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang juga menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar As-Shiddiq. Ada banyak riwayat yang mengisahkan tentang ketegasan dan wibawa sosok Umar bin Khattab. Namun tahukah kamu bahwa keistimewaan lainnya dari beliau adalah ucapannya yang menjadi Asbabun Nuzul atau sebab turunnya suatu ayat Alquran.

Hal ini tidak hanya terjadi sekali, namun berkali-kali. Tak heran jika Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah bersabda:

إن الله جعل الحق على لسان عمر و قلبه

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan kebenaran (al-haq) melalui lisan Umar dan hatinya.” (HR Imam At-Tirmidzi dan Ibn Umar) Lantas, apa saja ucapan Umar bin Khattab yang menjadi sebab turunnya ayat Alquran? Berikut MNC Portal sajikan lima daftarnya.

1. Larangan meminum khamr

Khamr atau minuman keras (miras) adalah sesuatu yang diharamkan dalam Islam karena dapat membawa banyak dampak buruk bagi tubuh. Paling besar tentu hilangnya akal dan kesadaran. Adapun Allah Subhanahu wa ta’ala dengan tegas melarang khamr disebabkan kekhawatiran Umar terhadap banyaknya sahabat yang lalai dalam rakaat sholatnya akibat beribadah dalam pengaruh miras. Saat itu khamr memang belum diharamkan dan bangsa Arab diketahui gemar meminumnya, bahkan dianggap sebagai suguhan yang mengakrabkan. Dalam setiap kesempatan, Umar sering bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kapan Allah Subhanahu wa ta’ala mengharamkan minuman keras. Akhirnya turunlah ayat 90 Surah Al Maidah:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

” Wahai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.” (QS Al Maidah: 90)

2. Perintah memakai hijab bagi perempuan

Seorang Umar bin Khattab adalah sosok yang dikaruniai kecerdasan luar biasa dengan pemikiran kritis yang kuat. Hal itu diimbangi dengan lurusnya keimanan dirinya, membuat beberapa perintah dalam Islam juga terilhami olehnya. Selain larangan minum khamr, ternyata perintah berhijab bagi Muslimah datang dari kritisnya pikiran Khalifah Umar. Hal ini setelah beliau menyaksikan Saudah, salah seorang istri Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, keluar malam-malam untuk buang hajat. Kebetulan Umar melihatnya dan beliau sangat mengenali bahwa itu adalah Saudah. Setelah kejadian tersebut, Umar mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lalu berkata, “Ya Rasulullah, yang datang kepada engkau ada orang baik, ada juga orang jahat. Sebaiknya Ummahatul Mukminin diperintahkan untuk menggunakan hijab.” Maka turunlah firman Allah Subhanahu wa ta’ala yang mengatur tentang pemakaian hijab dan menutup aurat bagi wanita.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

” Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab: 59)

3. Keyakinan terhadap Allah Ta’ala saat mendapat fitnah

Suatu hari, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mendapat cobaan berupa fitnah. Beredar kabar bahwa Aisyah Radhiyallahu anhu, salah satu istri yang sangat beliau cintai, dikabarkan selingkuh. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang gundah lantas meminta pendapat para sahabat. Ketika tiba giliran Umar bin Khattab, dengan tegas sahabat berjuluk Al-Faruq itu melemparkan retorika cerdas. “Wahai Rasulullah, siapakah yang menikahkan engkau dengan Aisyah?” tanya Umar. “Allah,” jawab Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. “Maka apakah mungkin Allah menipu engkau?” tanya Umar lagi. “Subhanallah, sesungguhnya ini (fitnah terhadap Aisyah) adalah berita bohong,” kata Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menyadari arah perkataan Umar. Benar saja. Tidak lama kemudian turunlah firman Allah Subhanahu wa ta’ala terkait bagaimana seorang mukmin harus menyikapi sebuah fitnah.

وَلَوْلَآ اِذْ سَمِعْتُمُوْهُ قُلْتُمْ مَّا يَكُوْنُ لَنَآ اَنْ نَّتَكَلَّمَ بِهٰذَاۖ سُبْحٰنَكَ هٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيْمٌ

“Dan mengapa kamu tidak berkata ketika mendengarnya, ‘Tidak pantas bagi kita membicarakan ini. Maha Suci Engkau, ini adalah kebohongan yang besar’.”( QS An-Nur: 16)

4. Mengistimewakan makam Nabi Ibrahim

Pada satu kesempatan, Umar melempar usul kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam untuk menjadikan makam Nabi Ibrahim Alaihissallam sebagai tempat sholat. Luar biasanya, hal itu langsung direspons oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dengan menurunkan firman-Nya:

وَاِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًاۗ وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّىۗ وَعَهِدْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّاۤىِٕفِيْنَ وَالْعٰكِفِيْنَ وَالرُّكَّعِ السُّجُوْدِ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Kakbah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah makam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk, dan orang yang sujud’.” (QS Al Baqarah: 125)

5. Para istri Nabi cemburu

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam selama hidupnya diketahui memiliki banyak istri. Suatu waktu di antara para wanita salihah itu sempat khilaf dengan saling cemburu satu sama lain. Untuk menenangkannya, Umar dengan ketus berkata, “Jika Allah memisahkan Nabi dengan kalian maka Allah akan memberikan pengganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian.” Maka seketika itu juga turunlah firman Allah Subhanahu wa ta’ala persis seperti apa yang Umar bin Khattab ucapkan.

عَسٰى رَبُّهٗٓ اِنْ طَلَّقَكُنَّ اَنْ يُّبْدِلَهٗٓ اَزْوَاجًا خَيْرًا مِّنْكُنَّ مُسْلِمٰتٍ مُّؤْمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰۤىِٕبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰۤىِٕحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَّاَبْكَارًا

“Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.” (QS At-Tahrim: 5)

Demikianlah keistimewaan sosok Umar bin Khattab di mata Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Semoga kaum Muslimin dapat meneladani kelurusan iman beliau. Aamiin Allahumma aamiin.[mokzn]

Tags: #alquran #Biografi #Kisah Sahabat Nabi #umar bin khattab