5 Konsep Utama Pendidikan Anak Usia Dini Luqman Al Hakim

159 views

Sebaik-baiknya konsep pendidikan adalah yang bersumber dari Alquran dan hadits. Dalam Alquran, Allah SWT telah menyajikan berbagai konsep pendidikan dengan menerangkan secara langsung maupun melalui kisah-kisah agar seorang hamba dapat mengambil nilai-nilai pendidikan Qurani yang ada di dalamnya.

Konsep pendidikan Luqman Al Hakim merupakan konsep pendidikan yang penting diterapkan oleh setiap orang tua maupun guru dalam mencetak generasi masa depan.

Konsep pendidikan ini dapat dipelajari dari kisah seorang saleh bernama Luqman yang mendidik anaknya sebagaimana dapat ditemukan dalam Alquran surat Luqman.

Pendakwah yang juga Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Menengah dan Kepesantrenan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), KH Dedeng Rosyidin, menjelaskan pendidikan Luqman Al Hakim merupakan konsep pendidikan dengan model ta’dib yaitu model pendidikan untuk anak kecil atau sering disebut juga model pendidikan untuk anak usia dini.

Tentunya model pendidikan ta’dib mempunyai pendekatan yang sangat berbeda dibanding model pendidikan yang digunakan pada orang dewasa.

Luqman sendiri adalah sosok orang saleh. Berdasarkan keterangan dalam kitab Hasyiyah As Shawi jilid 3 bahwa Luqman adalah putra Paghur bin Nakhur bin Azar.

Azar adalah ayah dari Nabi Ibrahim. Sementara dalam hadits dijelaskan bahwa Luqman adalah sosok hamba yang banyak bertafakur, berbaik sangka, dan menjaga lisannya. Dia mencintai Allah sehingga Allah pun mencintainya. Karena itu ia dikaruniai hikmah.

Menurut Kiai Dedeng, kata Luqman sendiri memiliki arti seseorang yang memberikan ilmu, dalam arti lainnya adalah guru. Sementara Al Hakim yang dimaksud bukan sebatas hikmah, namun bermakna juga kecerdasan, paham dan ucapan yang sesuai dengan kondisi muridnya.

Dia menerangkan berdasarkan keterangan dalam surat Al Luqman, ada lima konsep pendidikan yang menjadi pokok untuk diajarkan pada anak usia dini yaitu sebagai berikut:

Pertama, adalah pendidikan tauhid yang dijelaskan dalam surat Luqman ayat 13.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Menurutnya, hal pertama yang harus ditanamkan pada anak adalah ketahuhidan kepada Allah atau tauhid uluhiyah untuk selanjutnya dikembangkan pada tauhid rububiyah dan tauhid asma wa shifat.

Kedua, adalah pendidikan akhlak kepada Allah, orang tua, pada diri sendiri dan orang lain sebagaimana dijelaskan surat Luqman ayat 14-15.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Ketiga, adalah pendidikan ibadah mahdhah sebagaimana dijelaskan surat Luqman ayat 17.

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

Keempat, adalah pendidikan ibadah ghairu mahdhah atau kesalehan sosial yakni dengan adanya seruan berbuat makruf dan mencegah kemungkaran sebagaimana surat Luqman ayat 17 di atas.

Kelima, melatih kecerdasan sebagaimana digambarkan dalam ayat 16.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

“(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Mahamengetahui.”

“Di sinilah mengapa Alquran menampilkan pentingnya konsep Luqman Al Hakim. Makannya ini penting untuk diangkat karena memang tidak ada konsep yang paling baik dan pasti benar itu konsep pendidikan tarbiyah quraniyah yang disajikan dalam beberapa modelnya,” kata KH Dedeng Rosyidin dalam kajian virtual PP Persis beberapa waktu lalu.[REP]

Tags: #5 Konsep Utama Pendidikan Anak Usia Dini Luqman Al Hakim